Ilustrasi penampilan Payung Teduh. Penampilan Payung Teduh dan Mocca dalam UrbanGiGs x Unrelease Project di Grand Citra, Semarang, Sabtu (11/11/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Istimewa-Generation-G)
Rabu, 15 November 2017 12:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Ini Rahasia Payung Teduh Eksis di Dunia Hiburan

Payung Teduh, grup musik yang sedang naik daun membeberkan rahasia kesuksesannya.

Solopos.com, SEMARANG – Dunia panggung hiburan Tanah Air belakangan ini diramaikan dengan hadirnya grup-grup musik dari jalur indie, salah satunya Payung Teduh. Grup musik yang beranggotakan  Mohammad Istiqamah Djamad atau yang akrab disapa Is pada vokal, Comi Aziz Kariko (bass), Cito (drum) dan Ivan Penwyn (gitarlele) itu baru-baru ini menuai kesuksesan dengan single barunya berjudul Akad.

Band yang terbentuk pada tahun 2007 ini, Sabtu (11/11/2017) tampil di Semarang dalam acara UrbanGigs x Unrelease Project bersama Mocca. Sebelum tampil, salah satu personel Payung Tedung, Is, bersedia membeberkan rahasia agar tetap eksis dan sukses di belantika musik Tanah Air.

“Survive itu harga mati. Ketika memutuskan bermain musik, pada akhirnya yang membuat survive adalah karya kita,” ujar Is di sela acara jumpa pers sebelum tampil di Grand Citra, Semarang, Sabtu siang.

Is menyebutkan mempertahankan eksistensi sebuah grup musik bukanlah perkara yang mudah. Mereka harus menjaga konsistensi dalam bermusik dan juga terus menciptakan karya-karya yang baru.

“Banyak kok band-band  gede yang akhirnya hilang karena enggak berkarya. Maka kalau enggak berkarya jangan harap punya umur panjang. Itu saja sih,” ujar Is.

Pada acara UrbanGiGs x Unrelease Project itu, Payung Teduh tampil berkolaborasi dengan Mocca. Kolaborasi tersebut merupakan sebuah project yang diinisiasi oleh UrbanGiGs x Unrelease Project, dimana melibatkan 12 band yang dikawinkan menjadi 6 kolaborasi termasuk Payung Teduh dengan Mocca.

Representative Generation-G, Ady Cahyadi, mengatakan proyek mengkawinkan dua grup musik itu merupakan suatu gagasan untuk membuka ruang interaksi bagi mereka. “ Belum ada proyek semacam in dan ini hanya ada di UrbanGigs,” ujar Ady.

Payung Teduh dan Mocca berkolaborasi dan melahirkan sebuah lagu berjudul Menunggu Untuk Bertemu. Lagu itu merupakan gabungan dua buah lagu berjudul Menunggu milik Mocca dan Bertemu ciptaan Payung Teduh. Lagu tersebut menjadi salah satu dari 11 lagu yang tersaji dalam album kompilasi UrbanGiGs x Unrelease Project Volume 1.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Mantu Berasa Komunikasi Budaya

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (10/11/2017). Esai ini karya Prilani, pengajar Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, Jawa Timur. Solopos.com, SOLO–Mantu adalah prosesi ritual para orang tua melepas masa lajang anak-anak mereka. Peristiwa sakral…