Salah satu bagian tangga yang rusak di Kedaton sisi timur Pajimatan Imogiri, Selasa (14/11/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Salah satu bagian tangga yang rusak di Kedaton sisi timur Pajimatan Imogiri, Selasa (14/11/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 15 November 2017 18:40 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Calon Makam Raja Jogja Ini Dibangun dengan Dana Sebesar Ini

Bangunan Kedaton alias makam calon Raja Kraton Jogja Sri Sultan HB X bernilai miliaran.

Solopos.com, BANTUL— Kraton Jogja telah mempersiapkan bangunan calon makam Raja Jogja Sri Sultan HB X saat mangkat kelak, kendati saat ini sang raja masih sehat walafiat. Calon makam itu dibangun dengan biaya yang tak sedikit.

Sayangnya, kendati dibangun dengan biaya miliaran, saat ini ditemukan kerusakan di sejumlah titik pada calon makam yang juga disebut Kedaton itu.

Padahal, bangunan tersebut juga belum lama selesai dikerjakan. Menanggapi hal tersebut, pihak Panitrapura Kraton Jogja yang menangani permakaman kerajaan akan datang untuk memantau langsung ke Imogiri.

Hal tersebut disampaikan oleh Penghageng Panitrapura, GKR Condrokirono Selasa (14/11/2017). Ia mengakui telah mengetahui keadaan tersebut dan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DIY sebagai pelaksana proyek. Menurutnya pada tahap II ini, Panitropuro telah menyiapkan kayu untuk pembangunan cungkup. “Sebelum itu yang rusak-rusak akan diperbaiki dulu. Akan ada pihak Panitropuro yang ke sana,” ucapnya singkat.

Pengageng Puroloyo Makam Kota Gede dan Makam Raja Mataram di Pajimatan Imogiri, KRT Hastono Ningrat menuturkan bangunan yang dirancang sebagai makam Sri Sultan Hamengku Buwono X dan keluarga itu memang dikerjakan secara bertahap.

Pada 2017 pembangunan sudah memasuki tahap II, sedangkan tahap III bakal dimulai pada tahun 2018. Menurutnya pada tahap I lalu, pembangunan menyedot dana Rp6,6 miliar. “Tahap II saya tidak tahu pasti jumlahnya,” ujarnya.

Menurut Hastono, pada pembangunan tahap II juga sempat terjadi kerusakan yakni dinding yang ambrol dan kesalahan bangunan cungkup yang menggunakan rangka baja ringan. Kala itu, pelaksana proyek adalah rekanan dari Dinas Kebudayaan DIY. Sedangkan kerusakan pada tangga dan dinding yang terjadi sekarang ini justru ada pada bangunan yang dikerjakan di tahap II dengan DPU DIY sebagai pelaksananya. Hastono mengakui pada pembangunan tahap II pihaknya jarang dilibatkan dalam pengawasan. Berbeda halnya saat pembangunan tahap satu, setiap pekan pihaknya selalu diundang untuk evaluasi bersama kontraktor.

Pantauan Harianjogja.com di lapangan, terlihat kerusakan di beberapa bagian. Baik dinding sisi kanan ataupun kiri tangga telah retak. Sedangkan batu alam yang melapisi tangga juga pecah di sana sini. Bahkan di beberapa sudut, tanah yang menyangga tangga ambles. KRT Hastono Ningrat mengungkapkan, bangunan yang berada di sisi timur itu rencananya bakal digunakan untuk makam Sri Sultan HB X, anak dan menantu.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Mantu Berasa Komunikasi Budaya

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (10/11/2017). Esai ini karya Prilani, pengajar Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, Jawa Timur. Solopos.com, SOLO–Mantu adalah prosesi ritual para orang tua melepas masa lajang anak-anak mereka. Peristiwa sakral…