Valtteri Bottas (JIBI/REUTERS/Henry Romero)
Rabu, 15 November 2017 17:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Balap Share :

FORMULA ONE 2017
Ini Kekurangan Bottas Menurut Bos Mercedes

Formula One 2017 diwarnai dengan bos Mercedes yang belum sepenuhnya puas dengan Bottas.

Solopos.com, WOKING — Bos Mercedes, Toto Wolff, menilai Valtteri Bottas masih kehilangan sentuhan “pembunuh” setelah gagal menjuarai GP Brasil akhir pekan lalu. Memulai lomba dari pole position, dia dipecundangi pembalap Ferrari, Sebastian Vettel, yang keluar sebagai juara.

Pembalap Finlandia itu juga hanya unggul 2,7 detik dibanding rekannya, Lewis Hamilton, yang start dari pitlane. Wolff melihat ada perbedaan kecepatan yang jelas antara Bottas dengan juara dunia musim ini, Lewis Hamilton.

Namun dia belum melihat disparitas itu bakal mengganggu stabilitas tim. Wolff menilai Bottas mempunyai sejumlah kemajuan meski masih kehilangan naluri “pembunuh”. “Apa yang dilakukan Lewis sepanjang tahun adalah rock and roll. Valtteri sendiri masih lebih lambat, dia butuh sentuhan seorang pembunuh,” ujar Wolff seperti dilansir Motorsport, Selasa (14/11/2017).

Kalah bersaingnya Bottas oleh Vettel di Brasil memang semakin menutup peluang Bottas menjadi runner up musim ini. Dengan sisa satu race di GP Abu Dhabi, Bottas masih ketinggalan 22 poin dari Vettel di peringkat kedua klasemen. Artinya Bottas harus memenangi balapan terakhir sembari berharap Vettel finis nomor sembilan atau lebih buruk.

“Anda lihat Ferrari tak jauh berbeda kemampuannya dengan kami. Anda tak bisa berharap overtake yang mudah. Namun kami harus terus maju untuk meraih hasil yang diinginkan,” ujar Wolff.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Mantu Berasa Komunikasi Budaya

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (10/11/2017). Esai ini karya Prilani, pengajar Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, Jawa Timur. Solopos.com, SOLO–Mantu adalah prosesi ritual para orang tua melepas masa lajang anak-anak mereka. Peristiwa sakral…