Ketua AJI Indonesia, Suwarjono (tengah) didampingi Ketua Fesmed 2017, Adib M Asfar (kiri) dan panitia Ichwan Prasetyo memberikan penjelasan rangkaian acara Fesmed AJI 2017, Selasa (14/11/2017). (Istimewa/Panitia Fesmed 2017) Ketua AJI Indonesia, Suwarjono (tengah) didampingi Ketua Fesmed 2017, Adib M Asfar (kiri) dan panitia Ichwan Prasetyo memberikan penjelasan rangkaian acara Fesmed AJI 2017, Selasa (14/11/2017). (Istimewa/Panitia Fesmed 2017)
Rabu, 15 November 2017 08:00 WIB Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Festival Media AJI 2017, Banjir Acara Kopdar Blogger Hingga Workshop Presenter

Festival Media Aji digelar 23-24 November 2017.

Solopos.com, SOLO —Festival Media (Fesmed) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 2017 yang bakal digelar di Grha Soloraya Bakorwil Surakarta, Kamis-Jumat (23-24/11/2017), menawarkan beragam acara mulai dari pameran hingga workshop.

Fesmed AJI 2017 yang mengusung tema Jurnalisme Damai, Jurnalisme Keberagaman ini diikuti oleh ratusan jurnalis dari Aceh hingga Papua. (Baca: Solo Jadi Tuan Rumah Kongres AJI)

Ketua Fesmed AJI 2017, Adib Muttaqin Asfar, mengatakan melalui kegiatan ini, AJI ingin memberikan ruang bagi jurnalis pengelola media massa baik cetak, online, televisi, radio, media komunitas maupun kalangan pemangku kepentingan media untuk berinteraksi dengan masyarakat.

“Acara yang digelar selama dua hari ini menyuguhkan 18 workshop dengan berbagai tema. Agenda diawali dengan kopi darat bersama Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudi Antara, hingga beragam workshop seperti menjadi presenter sampai melawan hoax serta bijak menggunakan media sosial,” paparnya, dalam konferensi pers, di The Sunan Hotel Solo, Selasa (14/11).

Di hari pertama, Kamis (24/11), Anchor news Cable News Network (CNN) Indonesia, Eva Yunizar, siap memberikan materi menarik mengenai bagaimana menjadi presenter.

Reporter Metro TV, Desi Fitriani, bakal berbagi pengalaman tentang peliputan di wilayah konflik, sementara Wakil Pemimpin Redaksi Beritaagar.id, Rahadian Prajnamu, akan mengetengahkan mengenai robot journalism.

Di sisi lain, keberadaan media sosial yang tidak terkontrol banyak memperuncing persoalan. Melalui Medsos, orang dengan mudah menyebarkan berita dari situs-situs tertentu tanpa terkonfirmasi kebenaran informasi di dalamnya.

Secara etik, media massa punya tanggung jawab besar dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Masalahnya, media mainstream pun ikut mencari jalan pintas menjadikan media sosial sebagai sumber berita tanpa proses verifikasi yang cukup.

“Melalui Fesmed ini, kami mengajak masyarakat untuk kian bijak bersikap terutama dalam aktualisasi di Medsos. Maka dari itu, ada workshop khusus untuk menanggulangi hal-hal tersebut,” imbuhnya.

Ada workshop mengenai penggunaan Facebook untuk penyebaran dan peliputan berita, workshop melawan hoax hingga social media hack. Selain itu, ada seminar yang mengetengahkan jurnalisme vs hoax sampai workshopinternet aman (petunjuk dan tools bagi keluarga).

Panitia Fesmed, Ichwan Prasetyo, menambahkan Fesmed ini sekaligus menjadi ruang untuk rekan-rekan AJI dari seluruh Indonesia memamerkan kondisi pers di daerah masing-masing.

“Setiap daerah tentunya rekan-rekan jurnalis mengalami kondisi yang berbeda-beda,” imbuhnya.

Di samping itu, Fesmed AJI 2017 ini akan diawali dengan dua rangkaian acara yang digelar di dua kampus, yakni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Sebelas Maret (UNS), Selasa-Rabu (21-22/11).

Di UMS ada dua agenda, workshop monetize media online dan science journalism, sementara di UNS bakal diadakan lecturing science communication, dan kuliah umum jurnalisme data.  Untuk informasi lebih jelas ada di Fesmed.aji.or.id/2017.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Mantu Berasa Komunikasi Budaya

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (10/11/2017). Esai ini karya Prilani, pengajar Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, Jawa Timur. Solopos.com, SOLO–Mantu adalah prosesi ritual para orang tua melepas masa lajang anak-anak mereka. Peristiwa sakral…