Ilustrasi kartu identitas anak. (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos) Ilustrasi kartu identitas anak. (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos)
Rabu, 15 November 2017 02:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Duh, Banyak Orang Tua Belum Paham Manfaat KIA

Banyak di antara orang tua yang enggan mengurus KIA untuk anaknya karena belum memahami fungsi dan manfaat KIA.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL —Bagi anak usia 0 hingga 17 tahun saat ini sudah dianjurkan untuk memiliki kartu identitas anak (KIA). Namun banyak di antara orang tua yang enggan mengurus KIA untuk anaknya karena belum memahami fungsi dan manfaat KIA.

Program KIA memang tergolong baru di Gunungkidul sehingga memang belum semua warga mengenal adanya program tersebut. Salah seorang warga Desa Putat, Kecamatan Patuk, Soezi Andhiana mengatakan anaknya yang kini berusia 4,5 tahun belum memiliki KIA. Dia mengaku mengetahui adanya program KIA baru-baru ini, tetapi belum sempat mengurus pembuatan KIA untuk putrinya.

“Saya sudah tahu informasi adanya KIA baru-baru ini, tapi saya belum tahu perisis apa fungsi dan manfaatnya. Jadi sampai sekarang saya belum mengurus [KIA] untuk anak saya,” katanya, Senin (6/11/2017).

Menurutnya jika nantinya pemerintah sudah mensosialisasikan fungsi dan manfaat KIA dengan jelas, maka banyak warga yang berbondong-bondong membuat KIA. Tak terkecuali, dia juga akan segera mengurus KIA untuk anaknya yang saat ini duduk di bangku taman pendidikan anak usia dini (PAUD).

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul, Eko Subiantoro mengatakan pihaknya kini memang sedang berupaya untuk terus mensosialisasikan program KIA. Salah satunya adalah dengan mensosialisakan program tersebut langsung ke sekolah-sekolah. “Untuk saat ini prioritas kami adalah anak-anak yang duduk di bangku PAUD dan taman kanak-kanak (TK),” ujarnya.

Lanjutnya lagi pihaknya telah menyiapkan sebanyak 30.000 keping blangko yang siap dicetak untuk KIA. Dan berdasarkan data per 31 Oktober 2017 sebanyak 12.000 keping blanko diantaranya telah dicetak. Artinya 40% blangko telah digunakan, dengan demikian dirinya berharap akan banyak warga lagi yang mengurus KIA.

Eko menambahkan fungsi dan manfaat KIA sangat banyak bagi anak-anak. Salah satunya adalah untuk menjembatani anak-anak mendapatkan akses dalam hal finansial seperti menabung ataupun beasiswa.

KIA dapat sebagai sayarat untuk membuka tabungan di lembaga finansial. “Banyak anak-anak yang menabung di bank tapi masih memakai identitas orang tuanya,” jelasnya.

Selain itu, Disdukcapil juga telah mewacanakan adanya diskon bagi pemegang KIA untuk pembelian buku ataupun masuk di objek wisata. Namun memang hal itu baru sebatas wacana karena saat ini payung hukum untuk itu masih dalam pembahasan.

“Nanti seperti di Solo, pemegang KIA akan mendapatkan manfaat diskon di toko buku sebesar 10-20%. Tapi tentu itu harus ada patung hukumnya, harus ada kebijakan dari bupati. Dan saat ini sudah ada arah ke sana karena waktu sosialisasi kemarin bupati setuju jika KIA nantinya akan memiliki berbagai manfaat khusus,” kata Eko.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…