Siswa SDN 1 Brangkal, Gemolong, Sragen, bergotong royong mengangkut genteng baru dari halaman depan sekolah ke bagian belakang sekolah, Rabu (15/11/2017). Puluhan genteng sekolah itu rusak diterjang puting beliung. (Kurniawan/JIBI/Solopos) Siswa SDN 1 Brangkal, Gemolong, Sragen, bergotong royong mengangkut genteng baru dari halaman depan sekolah ke bagian belakang sekolah, Rabu (15/11/2017). Puluhan genteng sekolah itu rusak diterjang puting beliung. (Kurniawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 15 November 2017 16:15 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Solo Share :

BENCANA SRAGEN
20 Kecamatan Rawan Diterpa Angin Kencang, Begini Pesan Bupati Yuni

Bencana Sragen diwaspadai pada musim penghujan ini.

Solopos.com, SRAGEN — Seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Sragen rawan diterpa angin kencang. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, memerintahkan jajarannya, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk mewaspadai terjadinya berbagai bencana alam saat musim penghujan ini.

Menurut Yuni, panggilan akrabnya, bencana alam yang berpotensi terjadi di Bumi Sukowati sepanjang musim penghujan ini seperti angin kencang (puting beliung), tanah longsor, dan banjir.

“Yang susah diprediksi justru angin kencang. Jadi 20 wilayah kecamatan ini bisa dibilang menjadi daerah yang berpotensi dilanda bencana angin kencang,” tutur Yuni, Rabu (15/11/2017).

Dia meminta pejabat pemangku wilayah mulai dari camat, kepala desa (kades)/lurah, dan kepala dusun/dukuh, agar proaktif memantau wilayahnya. Bila terjadi bencana agar segera dilaporkan ke Pemkab dan BPBD.

Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Dwi Sigit Kartanto, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan berbagai sumber daya pendukung penanggulangan bencana seperti kendaraan operasional, perahu karet bermesin, gergaji mesin, alat komunikasi (alkom), dan personel evakuasi lapangan.

“Sepeda motor trail kami punya dua, sebentar lagi akan ditambah dua lagi. Mobil operasional ada tiga, perahu karet dua, gergaji mesin delapan. Untuk perahu akan ada penambahan dua lagi dalam waktu dekat. Untuk personal reaksi cepat BPBD kami siagakan 25 orang dalam 24 jam,” ujar dia.

Sigit memerinci daerah yang tergolong rawan tanah longsor di Sambirejo dan Kalijambe. Sedangkan daerah yang rawan banjir di sepanjang DAS Bengawan Solo, dan anak-anak sungainya seperti Sungai Mungkung, Sungai Garuda, Sungai Grompol, Sungai Natan, dan Sungai Cemoro. (baca: Puting beliung Rusak 26 Rumah Warga di Gemolong)

Sementara untuk daerah yang rawan bencana angin kendang yaitu seluruh wilayah kecamatan di Sragen. “Kalau angin kencang itu tidak bisa diprediksi. Walau sangat mungkin terjadi di daerah-daerah yang pernah dilanda bencana serupa. Tapi daerah yang belum pun termasuk rawan,” kata dia.

Sigit mencontohkan terjadinya bencana angin kencang di Brangkal, Gemolong, Selasa (14/11/2017) sore. Menurut dia, wilayah itu belum pernah dilanda angin kencang. “Berdasarkan perhitungan kami ada 27 rumah warga dan satu SDN yang rusak terdampak puting beliung. Mayoritas rusak ringan bagian atap,” tutur dia.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Mantu Berasa Komunikasi Budaya

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (10/11/2017). Esai ini karya Prilani, pengajar Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, Jawa Timur. Solopos.com, SOLO–Mantu adalah prosesi ritual para orang tua melepas masa lajang anak-anak mereka. Peristiwa sakral…