Foto Ilustrasi Ujian Nasional JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto
Selasa, 14 November 2017 11:40 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

UN dengan Metode Esai Dinilai Rumit

UN dengan metode esai diperkirakan tidak bisa terlaksana tahun ini.

Solopos.com, JOGJA— Ujian Nasional (UN) dengan soal berbentuk esai dinilai mustahil dilakukan. Namun, sejumlah sekolah di Jogja menyatakan telah siap apabila ujian model esai benar diterapkan tahun ini.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Jogja, Sugeng Mulyo Subono, mengatakan UN dengan metode esai hanya sebatas wacana apabila dilaksanakan tahun ini dan dinilainya mustahil dilakukan.

Alasannya ujian nasional berbasis tulisan memiliki cara penilaian yang cukup rumit. Terlebih dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, menurutnya saat menuliskan sebuah kalimat bermajas cukup sulit untuk dinilai. “Itukan langsung dikirim ya, tidak ada jawaban yang mutlak seperti pilihan ganda yang bobotnya mutlak, ini bagaimana cara mengukurnya? Belum saya rasa belum [metode esai dalam UN dilaksanakan tahun ini],” ungkap Sugeng Mulyo Subono, Senin (14/11/2017).

Menurut Sugeng, lebih masuk akal jika ujian dengan metode esai diterapkan pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Tahun lalu kata dia, metode esai telah diterapkan di USBN untuk mata pelajaran Pendikan Agama, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Pendidikan Kewarganegaraan. “USBN mungkin seperti kemarin sudah bisa dilakukan, seperti mata pelajaran IPS, Pkn dan Agama bisa dilakukan, tapi untuk empat mata pelajaran ujian nasioal belum bisa dilakukan secara esai,” jelasnya.

Menanggapi wacana berubahnya metode ujian ujian nasional mendatang, Kepala Sekolah SMP N 15 Jogja Siti Arina Budiastuti mengatakan sudah memberikan pelatihan kepada anak didiknya. “Apakah bentuk soal nanti Insya Allah sudah kami latihkan kepada siswa,” tutur Siti Arina.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…