Warga menunggu mengurus refund terkait permasalahan umrah promo di Kantor First Travel, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Sigid Kurniawan)
Selasa, 14 November 2017 22:00 WIB Deliana Pradhita Sari/JIBI/Bisnis Hukum Share :

Sulitnya Hadirkan Pasangan Bos First Travel

Pasangan bos First Travel, Andika Surrachman dan Anniesa Hasibuan, tak juga bisa dihadirkan oleh tim pengurus PKPU.

Solopos.com, JAKARTA — Tim pengurus penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) First Travel masih berupaya mendatangkan dua prinsipal perusahaan tersebut, yaitu Andika Surrachman dan Anniesa Hasibuan.

Tim pengurus hari ini, Selasa (14/11/2017), mendatangi Bareskrim Polda Metro Jaya untuk bertemu dengan penyidik kasus pidana yang menyeret punggawa First Travel.

Salah satu pengurus PKPU Sexio Noor Sidqi berujar pihaknya menemui penyidik untuk menyerahkan surat permohonan izin membawa Andika-Anniesa ke rapat kreditur. Dia berharap penyidik bersedia menghantarkan dan mengawal tersangka ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, 20 November 2017 mendatang.

“Kami sudah meminta penyidik tiga minggu lalu tetapi yang bertanggung jawab untuk memberi izin sedang dinas luar kota. Jadi sekarang kami datang lagi,” katanya kepada Bisnis, Selasa (14/11/2017).

Menurutnya, kehadiran Andika-Anniesa pada rapat kreditur dianggap penting. Pasalnya kreditur harus tahu tentang skema pemberangkatan umrah mulai dari vendor, investor hingga surat utang. Pemilik First Travel-lah yang dapat menjawab seluruh kerisauan krediturnya.

Sejak dinyatakan dalam PKPU sementara pada Juli lalu, kedua pemimpin biro travel tersebut belum bisa didatangkan ke pengadilan niaga. Total utang First Travel mencapai Rp1 triliun. Rinciannya, utang kepada 61.491 jamaah sebesar Rp961,25 miliar.

First Travel memiliki kewajiban kepada pajak sebesar Rp314,83 juta, dan 96 karyawan yang gajinya belum dibayarkan senilai Rp645,32 juta. Tagihan lainnya datang dari 89 mitra agen senilai Rp16,54 miliar dan vendor sebesar Rp49,04 miliar.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…