Sedikitnya 70 kendaraan roda dua hasil Operasi Zebra Progo 2017 ditahan di Mapolsek Depok Timur, Selasa (13/11). (Harian Jogja/ Sekar Langit Nariswari) Sedikitnya 70 kendaraan roda dua hasil Operasi Zebra Progo 2017 ditahan di Mapolsek Depok Timur, Selasa (13/11). (Harian Jogja/ Sekar Langit Nariswari)
Selasa, 14 November 2017 17:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Ribuan Sepeda Motor Sitaan Operasi Progo 2017 Belum Diambil Pemiliknya

Sekitar 2.500 tilang diterbitkan per hari selama pelaksanaan Operasi Zebra Progo 2017

Solopos.com, SLEMAN-Sekitar 2.500 tilang diterbitkan per hari selama pelaksanaan Operasi Zebra Progo 2017. Setidaknya 1.000 sepeda motor juga ditahan di kantor polisi dengan alasan ketiadaan surat-surat kendaraan.

Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Usman Latif mengimbau masyarakat untuk segera mengambil kendaraannya yang terpaksa ditahan. “Seribuan ada, diimbau untuk segera diambil dengan berbekal kelengkapan identitas,” ujarnya, Selasa (14/11/2017).

Warga yang sudah menjalani sidang pelanggaran yang dilakukan diminta segera mengurus kendaraannya. Pasalnya, pihak kepolisian juga memiliki keterbatasan ruang untuk menampung kendaraan tersebut termasuk dari segi keamanan.

Terkait jumlah tilang yang dikeluarkan, Dirlantas mengatakan jika sebagian besar didominasi oleh pelanggaran kasat mata. Petugas menyasar sejumlah pelanggaran yang juga bisa menyebabkan kecelakaan di lalu lintas seperti penggunaan spion, helm, pelanggaran marka dan rambu-rambu serta melawan arus.

Pelanggaran paling banyak tetap dilakukan oleh pengendara sepeda motor khususnya yang masih berusia produktif, antara 17 sampai 25 tahun.

Berdasarkan rekap data Polda DIY, telah diterbitkan 33.913 tilang hingga 13 November. Selain itu, petugas juga memberikan teguran kepada pengguna jalan sebanyak 12.461.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…