Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) sedang mengikuti aksi donor darah yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan (HKN) ke-53 di Gedung Kaca, Wates, Kulonprogo, Senin (13/11/2017). (Harian Jogja/Rima Sekarani I.N) Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) sedang mengikuti aksi donor darah yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan (HKN) ke-53 di Gedung Kaca, Wates, Kulonprogo, Senin (13/11/2017). (Harian Jogja/Rima Sekarani I.N)
Selasa, 14 November 2017 14:20 WIB Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

PMI Kulonprogo Andalkan Aksi Donor Darah Massal

Donor darah massal dinilai sangat membantu pemenuhan kebutuhan kantong darah

Solopos.com, KULONPROGO-Kegiatan donor darah massal sangat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan darah bagi berbagai pelayanan kesehatan. Namun, belum banyak pendonor yang kemudian rutin melakukan aksi sosial itu setiap tiga bulan sekali.

Para Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan aksi donor darah yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan (HKN) ke-53 di Gedung Kaca, Wates, Kulonprogo, Senin (13/11/2017). Koordinator Unit Donor Darah (UDD) PMI Kulonprogo Ingusdi mengatakan ketersediaan stok darah sebenarnya relatif masih aman. Meski begitu, hari itu dia tetap berharap bisa mengumpulkan setidaknya 100 kantong darah. “Meski stok di unit kami masih mencukupi untuk masyarakat yang membutuhkan donor darah, ini bisa untuk antisipasi jika terjadi kondisi darurat,” kata dia.

Donor darah massal dinilai sangat membantu pemenuhan kebutuhan kantong darah. Ingusdi mengatakan, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah sudah relatif tinggi jika dilihat dari banyaknya orangnya yang tercatat pernah melakukannya. Meski begitu, belum banyak yang sudah rutin donor setiap tiga bulan sekali.

Ingusdi mengungkapkan, PMI Kulonprogo berusaha mengingatkan para pendonor secara berkala melalui sms gateway. Fasilitas tersebut juga dipakai untuk menyebarkan informasi kegiatan donor darah massal maupun keadaan darurat tertentu yang membutuhkan banyak kantong darah. Selain itu, informasi serupa juga kerap diumumkan melalui media sosial. “Kami selalu meminta para pendonor, terlebih yang memang sudah rutin, untuk siaga dan siap jika dibutuhkan pada kondisi darurat,” ujar Ingusdi.

Salah satu peserta donor darah di Gedung Kaca Arif Nur Hidayat mengaku baru pertama kali berpartisipasi dalam aksi sosial seperti itu. Dia lalu menyatakan siap melakukan donor darah secara rutin. Namun, dia juga berharap diingatkan jika sudah waktunya donor lagi karena takut lupa. “Kita tentu senang sekali kalau bisa membantu siapapun yang membutuhkan,” ungkap Arif.

Sementara itu, Bupati Kulonproho Hasto Wardoyo mengapresiasi kesediaan dan keberanian masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Dia lalu mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat sehingga tubuh menjadi lebih siap untuk melakukan donor darah secara rutin. “Pertama, harus bergerak dalam rangka olahraga. Kedua, banyak makan sayur dan buah,” ucap Hasto.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…