Petugas PLN memegang kabel listrik bertegangan tinggi saat memeragakan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertenganang (PDKB) di depan kantor PLN Solo, Jl. Slamet Riyadi, Purwosari, Rabu (17/5/2017). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Petugas PLN memegang kabel listrik bertegangan tinggi saat memeragakan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertenganang (PDKB) di depan kantor PLN Solo, Jl. Slamet Riyadi, Purwosari, Rabu (17/5/2017). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Selasa, 14 November 2017 06:00 WIB Lucky L. Leatemia/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

PLN Bantah Golongan Listrik 900 VA Segera Jadi 4.400 VA

PLN menegaskan golongan listrik 900 VA belum akan ikut dinaikkan menjadi 4.400 VA.

Solopos.com, JAKARTA — PT PLN (Persero) menyatakan golongan pelanggan listrik 900 volt ampere (VA) belum masuk dalam rencana penyederhanaan golongan. Pernyataan ini berbeda dari Kementerian ESDM yang menyebut golongan 900 VA nonsubsidi juga ikut dinaikkan.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan penyederhanaan tersebut akan dilakukan untuk golongan di atas 900 VA. Dia mengatakan ketentuannya masih akan digodok.

“[Penyederhanaan] nanti yang di atas itu [900 VA]. Saya ulangi, 1.300 VA-5.500 VA. Jangan tanya yang 900 VA,” katanya di kantor Kementerian ESDM, Senin (13/11/2017). Baca juga: Siap-Siap! Golongan Listrik 900 VA akan Dijadikan 4.400 VA.

Dia menegaskan tidak akan ada kenaikan tarif dalam penyederhanaan tersebut. Menurutnya, hal tersebut merupakan hal yang positif karena masyarakat pun tidak akan dikenakan biaya penambahan daya.

Namun, dia belum bisa memastikan kapan aturan mengenai hal tersebut akan diterbitkan. Yang jelas, rencana tersebut akan dibahas bersama Kementerian ESDM. “Kita mau bicara dulu dengan Pak Menteri. Kalau masyarakat butuh, lebih cepat ya lebih bagus,” tuturnya.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan pihaknya belum membicarakan soal tarif. Pasalnya, rencana tersebut masih pada tahap pembicaraaan awal. “Nanti dihitung. Intinya, daya lebih itu dimanfaatkan dulu,” ujarnya.

Menurutnya, PLN memiliki reserve margin hingga 30%. Dia menilai hal itu bisa dimanfaatkan untuk penambahan daya sebagian masyarakat.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…