Selasa, 14 November 2017 20:25 WIB Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

PLAY-OFF PIALA DUNIA
Cerita De Rossi yang Enggan Dimainkan Italia, Justru Sarankan Insigne

Play-Off Piala Dunia diwarnai dengan kegagalan Timnas Italia.

Solopos.com, MILAN – Italia gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. Mereka disingkirkan Swedia dengan agregat 0-1. Pada leg kedua Italia vs Swedia, terjadi ribut-ribut yang melibatkan Daniele De Rossi di bangku cadangan Gli Azzurri.

Pada leg kedua itu sendiri, Italia hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Swedia di San Siro, Selasa (14/11/2017) dini hari WIB. Hasil itu membuat Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018 karena pada leg pertama mereka kalah.

Di tengah pertandingan itu tepatnya di babak kedua, terjadi ribut-ribut yang melibatkan De Rossi. Kala itu, kapten AS Roma itu diminta untuk melakukan pemanasan oleh salah satu ofisial Timnas Italia.

Namun, De Rossi menunjukkan gestur tak ingin mematuhi perintah si ofisial. Dia justru menunjuk Lorenzo Insigne yang juga belum dimainkan. De Rossi ternyata lebih ingin Insigne, yang notabene seorang striker, dimasukkan karena timnya membutuhkan kemenangan

“Mengapa saya yang harus pemanasan? Kita tak butuh hasil imbang di laga ini, kita butuh kemenangan,” demikian ucapan De Rossi ke ofisial Timnas Italia seperti dikutip dari Soccerway.

De Rossi sendiri mengakui hal itu. Dia kemudian langsung meminta maaf karena mendapat sorotan dan dianggap tak percaya dengan keputusan pelatih. Namun dia menyebut apa yang dilakukannya itu ada alasannya yakni ingin Italia menang.

“Itu bukan kuasa saya, apakah itu merupakan masalah taktik dan Prof merupakan pribadi yang menyenangkan. Maaf andai saya sudah menyinggung seseorang,” terang De Rossi.

“Kami sudah mendekati akhir pertandingan, jadi suruhlah striker untuk pemanasan! Saya menunjuk Insigne,” imbuhnya.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…