Pelatih PSMS Medan Djajang Nurdjaman memberikan keterangan dalam jumpa pers usai laga melawan Martapura FC di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Senin (13/11/2017). (JIBI/Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
Selasa, 14 November 2017 00:25 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 2
PSMS Medan Pastikan Tiket Semifinal

Liga 2 menyajikan kemenangan PSMS Medan.

Solopos.com, BEKASI – PSMS Medan memastikan diri lolos ke babak semifinal Liga 2. Hal itu terjadi usai mereka memetik kemenangan atas Martapura FC dengan skor 2-1 di babak delapan besar Grup X Liga 2 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin (13/11/2017).

Dua gol dari anak asuh Jajang Nurjaman ini dicetak Chairil Hidayat pada menit ke-23 dan Frets Listanto Butuan pada menit ke-82. Martapura memperkecil kekalahan melalui tendangan penalti oleh Ady Setiawan pada menit ke-85.

Kemenangan itu membawa PSMS Medan nyaman di puncak klasemen sementara Grup X dengan nilai 6. Sebelumnya, PSMS berhasil mengalahkan Kalteng Putra juga dengan skor 2-1. Laga terakhir melawan Persis Solo pun tak akan berpengaruh lagi bagi PSMS.

“Ini pertandingan yang berat karena hujan mengguyur sepanjang pertandingan. Ini membuat kedua tim kesulitan mengembangkan permainan. Kemampuan teknik individu anak-anak juga tidak bisa ditunjukkan. Ini membuat pertandingan sepak bola yang tidak enak ditonton,” jelas pelatih PSMS, Djajang Nurdjaman dalam jumpa pers seusai pertandingan.

Pelatih yang akrab disapa Djanur itu memuji lini belakang timnya yang tampil solid sepanjang pertandingan. Beberapa kali lini pertahanan PSMS Medan mampu mematahkan serangan yang dibangun Martapura FC. Meski bisa menang 2-1, Jajang menganggap anak asuhnya masih melakukan beberapa kesalahan fatal terutama di babak pertama.

Sementara itu, pelatih Martapura, Frans Sinatra, mengakui PSMS Medan tampil lebih baik dibandingkan timnya. Senada dengan Jajang, Frans Sinatra juga menyebut hujan membuat permainan anak asuhnya kurang berkembang.

“Dua pertandingan terakhir kami selalu hujan. Bahkan, kali ini hujan turun sepanjang pertandingan. “Di pertandingan pertama, ada 10 pemain yang terpaksa harus dibawa ke dokter karena sakit. Pertandingan kedua hujan lagi, mudah-mudahan tidak ada pemain yang sakit lagi,” paparnya.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…