Pelatih Persis Solo, Widyantoro (kanan). (JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan)
Selasa, 14 November 2017 22:25 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 2
Persis Terhenti, Widyantoro Buka Suara

Liga 2 diwarnai dengan tersingkirnya Persis Solo.

Solopos.com, SOLO – Langkah Persis Solo di kompetisi Liga 2 terhenti di babak 8 besar. Mantan Pelatih Persis Solo, Widyantoro, menyebut fondasi tim sebenarnya sudah kuat, hanya Laskar Sambernyawa dianggapnya tidak beruntung.

Menurut pelatih yang akrab disapa Wiwid ini, bisa menembus babak penyisihan grup dan menjadi Juara Grup di babak 16 besar adalah bukti fondasi tim sudah kuat. Di babak delapan besar, kata Wiwid, semua pemain dan tim pelatih sudah bekerja keras untuk memetik kemenangan.

Manajemen dan suporter juga sudah bekerja maksimal dalam mendukung tim. Faktor keberuntunganlah yang mempengaruhi hasil pertandingan. Wiwid menyebut dalam dua pertandingan terakhir penyelesaian akhir para pemain Persis Solo kurang maksimal. Dia mengakui itu adalah masalah klasik yang belum dipecahkan.

Wiwid menambahkan kondisi lapangan yang basah terlambat untuk diantipasi. Ini karena para pemain selama ini bermain di lapangan kering. “Kondisi lapangan memang agak terlambat diantisipasi. Tapi faktor luck jadi penentu,” ucapnya saat dihubungi Solopos.com, Selasa (14/11/2017).

Widyantoro juga mengucapkan permintaan maaf secara terbuka kepada Pasoepati karena sudah dua kali gagal membawa Persis Solo promosi ke Liga 1. Pada 2014 lalu, Persis tersingkir di babak delapan besar Divisi Utama setelah dikalahkan Borneo FC.

Sementara di tahun ini, Wiwid tidak bisa melanjutkan pekerjaannya sebagai pelatih setelah mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. “Saya punya janji kepada Pasoepati untuk membawa tim ini promosi ke Liga 1. Saya mohon maaf karena belum bisa mewujudkannya,” ujarnya.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…