Pasoepati di Stadion Patriot Bekasi saat Persis Solo melawan Kalteng Putra, Senin (13/11/2017). (@pasoepatinet)
Selasa, 14 November 2017 07:00 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 2
Kalteng Putra Singkirkan Persis Solo, Kas Hartadi Minta Maaf

Pelatih Kalteng Putra, Kas Hartadi, yang juga warga Solo, tak enak hati timnya menyingkirkan Persis Solo di 8 besar Liga 2.

Solopos.com, BEKASI — Impian Persis Solo untuk promosi ke Liga 1 musim depan gagal terwujud seusai dikalahkan Kalteng Putra di laga kedua Grup X di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Senin (13/11/2017) malam.

Meski masih menyisakan satu laga kontra PSMS Medan, Kamis (18/11/2017), Persis sudah pasti tersingkir dari kompetisi sepak bola Liga 2 musim ini. Bila mampu memenangi pertandingan melawan PSMS Medan, perolehan poin Persis tetap belum cukup untuk mengantarkan ke babak semifinal.

Permintaan maaf datang dari pelatih Kalteng Putra Kas Hartadi yang juga warga Solo. Dia mengaku tidak enak hati dengan Persis Solo dan Pasoepati atas kemenangan timnya.

“Saya benar-benar tidak enak hati karena kekalahan yang dialami Persis Solo menutup peluang promosi ke Liga 1. Tapi, sebagai pelatih saya dituntut kerja profesional untuk tim yang saya bela saat ini. Saya harap warga Solo bisa maklum,” papar Kas Hartadi, Senin malam.

Selama pulang kampung, Kas Hartadi mengaku sudah kerap menyaksikan laga Persis Solo di Stadion Manahan. Dia mengakui hal itu membuat dia sedikit hafal dengan karakter permainan Laskar Sambernyawa. “Saya sudah sering menyaksikan Persis main sejak kami terlibat dalam turnamen trofeo cup. Biasanya Persis mengandalkan umpan-umpan jauh dan kita bisa mengantisipasinya,” kata Kas Hartadi.

Kalteng Putra dan Martapura yang akan bertemu di laga terakhir lebih berpeluang lolos ke babak empat besar. Ini karena kedua tim saat ini sama-sama mengoleksi tiga poin. Bila laga itu berakhir imbang, maka keduanya sama-sama mengoleksi empat poin sehingga sudah tidak terkejar oleh Persis Solo.

Kekalahan Persis Solo sebetulnya sudah terlihat saat Tri Handoko gagal mengeksekusi penalti di babak pertama. Padahal, itu menjadi peluang emas bagi Persis Solo untuk menyamakan kedudukan.

Sebelumnya, gawang Agung Prasetyo dibobol oleh Muhammad Rais pada menit ke-26. Di babak kedua, Tri Handoko kemudian digantikan oleh Rudiyana. Di akhir pertandingan, Persis harus kehilangan Rudiyana setelah mendapat kartu kuning kedua akibat melakukan pelanggaran.

Bek tengah Persis, Asyraq Ghufron, mengatakan pertandingan melawan Kalteng Putra sangat berat karena kondisi lapangan yang becek. Namun, dia mengaku tidak ingin menjadikan hal itu sebagai alasan penyebab kekalahan.

“Harus diakui kami biasa bermain di lapangan kering sejak di babak penyisihan grup hingga babak 16 besar. Baru kali ini kami bermain di lapangan basah. Kita sudah bekerja keras, tapi lagi-lagi kami belum beruntung,” ucap Ghufron.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…