PENGECATAN PAGELARAN KERATON NGAYOGYAKARTA Pengecatan Kraton Ngayogyakarta (JIBI/Dok)
Selasa, 14 November 2017 04:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Komisi C Ingin Semua Gapura di Jogja Diseragamkan

Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja menginginkan agar ada penyeragaman dalam pembangunan semua gapura

Solopos.com, JOGJA-Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja menginginkan agar ada penyeragaman dalam pembangunan semua gapura dengan desain tunggal yang menandakan karakter khas Jogja.

“Keinginan ini akan kami usulkan dalam pembahasan APBD 2018,” kata Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja, Bambang Seno Baskoro, Minggu (12/11/2017).

Pembahaan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 akan dimulai pada pertengahan bulan ini dan ditarget selesai pada akhir November.

Bambang Seno mengatakan penyeragaman gapura yang akan diusulkannya tidak hanya di jalur-jalur utama, namun sampai ke gapura-gapura yang ada di setiap pintu masuk perkampungan.

Menurut dia, proses penyeragaman gapura tidak membutuhkan banyak biaya, karena memanfaatkan gapura yang sudah ada, “Tinggal menambahkan ciri khas Jogja aja sehingga menjadi pembeda dengan kota-kota lain,” ujar dia.

Selain itu, pihaknya juga akan mengusulkan agar semua bangunan di Kota Jogja juga menunjukan ciri khas Jogja minimal pada bagian fasadnya. Untuk memulai hal tersebut, kata Bambang Seno, bisa dimulai dari bangunan milik pemerintahan, baik perkantoran mau pun sekolah.

Ia meminta dinas terkait tidak mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) sebelum bangunan tersebut memiliki desain yang mendandakan arsitektur khas Jogja pada bagian.

Lebih lanjut, politikus Partai Gokkar ini mengatakan untuk membuat desain khusus gapura bisa melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) atau Dinas Kebudayaan. Keinginan Komisi C DPRD Kota Jogja ini sebelumnya juga disampaikan oleh  Forum Lintas Komunitas Pariwisata (FLKP).

Bonny Tello selaku ketua forum menyayangkan Jogja sebagai kota pariwisata berbasis budaya, namun bangunan-bangunan hotel tidak memiliki ciri khas Jogja.

“Hampir semua bangunan hotel berbentuk kotak yang tidak ada bedanya dengan hoel di kota-kota lain,” ujar dia pada Maret lalu.

Namun Bonny mengakui tidak mudah untuk mengubah bangunan hotel. Yang jelas, kata dia, bisa diterapkan kepada hotel-hotel baru.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPKP Kota Jogja, Agus Tri Haryono mengatakan usulan tersebut akan menjadi bahan kajian instansinya. Pihaknya juga peru berkoordinasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda), Dinas Kebudayaan dan Dinas Tata Ruang dan Pertanahan.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…