Bocah TK rela hujan-hujan demi berjualan tisu (Instagram)
Selasa, 14 November 2017 00:00 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Internet Share :

KISAH TRAGIS
Bocah TK Jual Tisu Sambil Hujan-Hujan, Warganet Kecam Ortunya

Kisah tragis soal bocah TK berjualan tisu sambil hujan-hujan membuat warganet geram.

Solopos.com, PEKANBARU — Masa kanak-kanak bukanlah waktu di mana anak-anak harus bekerja menghidupi keluarga. Apalagi saat kedua orang tua masih ada. Namun hal tersebut belum lama ini terjadi dan viral di media sosial. Beredar foto bocah laki-laki hujan-hujanan demi berjualan tisu.

Kalau dagangannya belum laku, ia tak boleh pulang. Cerita yang bikin miris itu diunggah di akun Instagram @debiramona, Rabu (8/11/2017). Dalam informasi itu diunggah delapan foto yang masing-masing menunjukkan kondisi si bocah yang berjualan tisu dan barang dagangannya.

Dalam foto, tampak bocah yang masih berseragam sekolah itu duduk di pembatas jalan. Bocah itu tak berteduh meski kondisi sedang hujan deras. Akun @debiramona bercerita dia dan suaminya sedang perjalanan pulang dan kondisi Kota Pekanbaru hujan deras.

Saat melewati jalan Soekarno Hatta di depan SPBU ada bocah yang duduk di pembatas jalan, bocah itu tak berteduh meski kondisi hujan deras. Suami @debiramona mencoba mendekati bocah yang diduga berseragam TK itu. Saat ditanya apa yang dilakukannya dan diajak berteduh, bocah itu diam saja dan menolak ajakan berteduh.

“Itu apa yang dipegang,” tanya suami @debiramona yang dijawab si bocah dengan menunjukkan tisu di sebuah plastik warna hitam. Bocah itu sempat menjawab pendek kalau tisu itu barang dagangannya. Ia disuruh ibunya untuk menjual tisu tersebut dan tidak boleh pulang kalau belum laku.

“Tisu, buat dijual. Disuruh mama, belum ada yang laku Bang, belum boleh pulang,” tulis @debiramona menceritakan jawaban si bocah.

Merasa kasihan, suami @debiramona membeli satu tisu bocah tersebut seharga Rp10.000. Sesaat setelah itu si bocah mau diajak menepi dan berteduh. Saat ditanyai, bocah yang mengaku disuruh ibunya berjualan itu mengaku orang tuanya masih lengkap. Di kondisi hujan deras itu, si bocah mengaku ayah ibunya ada di rumah.

Cerita tersebut pun viral dan diunggah ulang di akun @makrumpita, Sabrtu (11/11/2017). Dari akun @makrumpita cerita tentang bocah nekat jual tisu saat hujan deras pun mendapat respons warganet. Ada yang kasihan dengan si bocah, takut si bocah diculik, hingga mengecam orang tua yang membiarkan anaknya berjualan sambil hujan-hujanan.

“Sehat terus ya nak, ada yang sudah tahu identitas orang tuanya?” tulis @bagaziswanto.
“Eksploitasi anak, harus diciduk ini bapak dan ibu, KPAI Pekan Baru mohon ditindak,” tulis @tulatulit.

“Semoga anak ini sukses, miris banget lihatnya masih pakai seragam, duduk di pembatas jalan sambil hujan-hujan,” tulis @ridhofirdaus126.
“Teganya ortunya, Ya Allah sadarkan mereka, lindungi bocah ini Ya Allah,” tulis @aminrahayu.02.

Miris… ~ ~ Ini cerita kemarin sore dalam perjalanan plg dg suami ditengah derasnya hujan mengguyur kota pekanbaru kami melihat seorang anak laki-laki mengenakan seragam sekolah TK sedang duduk di pembatas jalan, tepat nya dijalan soekarnohatta depan SPBU sblum simp 4 SKA. Awalnya km tdk begitu mmperhatikan sianak. Tp stlah lwt tepat disampingnya kami merasa ada yang aneh, knp dia ttp duduk ditengah jalan tanpa ada keinginan sedikitpun utk berteduh keseberang jalan. Km pun berhenti dr seberang jalan & meneriaki sianak utk mau kepinggir jalan dan berteduh tp dia hny mnggelengkan kepala. Lantas suami turun dan mendekati sianak yang ttp duduk dipembatas jalan tsb.. S : Ngapain disini? Kan hujan? A : Gak ada S : Ayo berteduh kesana? Nanti sakit.. A : …Cuma diam.. S : Itu apa yang dipegang (Dalam plastik kresek warna hitam) A : Tisue S : Buat apa tisuenya? A : Buat dijual S : Ooo, tapi kan ini lagi hujan. Pulang dulu sana.. Mmgnya siapa yang nyuruh? A : Mama, belum ada yang laku bg, blum boleh plg S : Orang tuamu dimana? Bapak masih ada? A : Ada, lagi dirumah sekarang S : Jadi gak mau plg ni? Kalau abang beli tisuenya mau plg? A : Kalau blum ada yg kejual blum bg, kalau abg beli mau.. S : Mana tisuenya? Brp satu? A : Ini bg ( Sembari ngeluarin tisue yang disimpan dpn kresek hitam). Sepuluh ribu satu bg.. S : Oke abg beli tp km plg ya? Dmn rmhnya? A : …(cm diam sambil nunjuk ke sembarang arah) Akhirnya sianak mau berdiri dan ikut dg suami keseberang jalan. Sya hanya berpesan agar dia gak kembali lagi ke pembatas jalan, dg langkah lesu sianak pergi. Yang membuat prihatin itu, knp ada orang tua yang tega membiarkan anak dijalan disuruh utk berjualan ditengah hujan lengkap dg pakaian sekolahnya, sementara org tua sianak dirumah.. Kmn hati nuraninya? memanfaatkan anak sekecil itu utk mencari uang… Haruskah anak turun kejalan mencari nafkah yang semestinya itu menjadi tanggung jawab orangtua??? Mirissss!!!! Siapapun orang tua dari anak ini, atau kalau ada yg mengenali sianak, tlg jgn lagi dibiarkan anak tsb turun kejalan seperti ini!!! #Saveanakindonesia #kpai #Kemensos #LPAI @lokerriau1 @kemensosri @komisiperlindungananak_ri @khofifah.ip @cnn.viral

A post shared by Debi Ramona (@debiramona) on

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…