Kepala BKKBN Jateng, Wagino. Kepala BKKBN Provinsi Jateng, Wagino, saat memberikan pemaparan terkait program Kampung KB di Jateng di Hotel Kesambi Hijau, Kota Semarang, Selasa (14/11/2017). (Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com)
Selasa, 14 November 2017 18:50 WIB Imam Yuda S/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KELUARGA BERENCANA
Hanya Karanganyar yang Belum Punya Kampung KB

Keluarga Berencana (KB) programnya di Jateng digiatkan dengan membentuk Kampung KB.

Solopos.com, SEMARANG – Dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah (Jateng) hanya Kabupaten Karanganyar yang hingga kini belum memberikan laporan terkait pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KKB) di wilayahnya. Padahal, selama 2017 Karanganyar ditarget mampu mencanangkan pembentukan setidaknya 17 KKB di wilayahnya.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jateng, Wagino, saat menghadiri forum koordinasi BKKBN Provinsi Jateng di Hotel Kesambi Hijau, Semarang, Selasa (14/11/2017).

Wagino menyesalkan sikap Kepala BKKBN Kabupaten Karanganyar yang hingga kini belum menjalankan program pemerintah dengan mencanangkan KKB di wilayahnya. Padahal, selama ini dukungan pemerintah baik tingkat kabupaten maupun provinsi terhadap program Keluarga Berencana (KB) di Bumi Intanpari, julukan Kabupaten Karanganyar, cukup bagus.

“Setahu saya Bupati Karanganyar [Juliatmono] sangat gencar dalam mencanangkan program KB. Bahkan di sana peserta Medis Operasi Pria [MOP atau vasektomi] langsung diberi dana Rp1,5 juta. Tapi, enggak tahu kenapa laporan pencanangan Kampung KB enggak ada. Harusnya setiap bulan dilaporkan,” terang Wagino.

Wagino menyebutkan sepanjang 2017 Pemprov Jateng menargetkan pencanangan 537 KKB. Namun, hingga kini baru sekitar 79% atau 486 desa di 34 kabupaten/kota yang sudah dicanangkan sebagai KKB.

[Baca juga BKKBN Targetkan Bentuk 573 Kampung KB di Jateng]

“Untuk pencanangan Kampung KB itu setiap kecamatan memperoleh DAK KB yang diambil dari APBN 2017 senilai Rp10 juta. Tahun depan, 2018, untuk kegiatan Kampung KB dananya naik cukup signifikan , yakni sekitar Rp90 juta per kecamatan,” imbuh Wagino.

Wagino berharap dengan banyaknya KKB di Jateng akan menyukseskan program KB yang telah dicanangkan pemerintah. Selain itu, desa-desa yang menjadi KKB terutama daerah pinggiran, kesejahtraan masyarakatannya akan turut terdongkrak atau setidaknya setara dengan daerah di perkotaan.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…