Ilustrasi rumah bersubsidi. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis) Ilustrasi rumah bersubsidi. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)
Selasa, 14 November 2017 10:20 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Kawasan Bersama Bisa Jadi Solusi Rumah Subsidi DIY

Campur tangan pemerintah dalam mengintervensi harga tanah dapat menjamin pengembangan rumah untuk masyarakat DIY

Solopos.com, JOGJA-Pengembangan kawasan bersama dimungkinkan dapat menjadi solusi penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY menilai dengan upaya itu, campur tangan pemerintah dalam mengintervensi harga tanah dapat menjamin pengembangan rumah untuk masyarakat DIY.

“Untuk kasus [perumahan] di Jogja, tidak mungkin mencari layak untuk dibangun rumah sederhana tanpa intervensi pemerintah. Jadi rencana pengembangan kawasan bersama ini adalah solusi,” ujar Ketua DPD REI DIY Rama Adyaksa Pradipta, Senin (13/11/2017).

Rama mengatakan, ketika harga tanah diserahkan mekanisme pasar, maka akan sulit untuk memperoleh tanah yang dapat dikembangkan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Rencana pengembangan kawasan bersama ini telah dicetuskan sejak lama. Konsep tersebut nantinya akan ada intervensi pemerintah dalam regulasi, penyediaan lahan maupun infrastruktur.

“Sedangkan untuk konstruksi [bangunan] di atasnya nanti sama-sama akan dilakukan pengembang bersama asosiasi. Akan tetapi, tentu hal itu memerlukan payung hukum,” ungkap Rama.

Kendati demikian, Rama menyadari saat ini memang tidak memungkinkan lahan yang dibutuhkan itu akan berada di kawasan tidak jauh dari perkotaan. Hal itu mengingat harga tanah di dekat perkotaan dalam radius tertentu telah melambung tinggi.

“Kalau [tanahnya] murah maka tidak mungkin di dekat perkotaan. Pasti akan jauh, jadi perlu dipikirkan juga infrastruktur pendukung yakni sistem transportasi publik yang saling terintegrasi. Untuk itu, berbagai pihak harus saling bersinergi,” ungkap Rama.

Pengembangan transit oriented development atau TOD, kata Rama, merupakan konsep yang tepat. Artinya, pengembangan suatu kawasan ini dapat berbasis sistem transportasi, di mana antara permukiman dan sistem transportasi dapat saling terintegrasi. Konsep tersebut saat ini tengah dikembangkan di Jabodetabek.

“Banyak pengembang yang membangun permukiman dekat stasiun-stasiun. Dengan konsep tersebut, tentunya akan menghemat biaya transportasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” imbuh Rama.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…