Tangga menuju atas Tebing Breksi. Kawasan bekas penambangan ini menjadi destinasi wisata bernilai seni. (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 14 November 2017 11:09 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Jumlah Wisatawan ke Sleman Bisa Tembus Tujuh Juta

Solopos.com, SLEMAN— Jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai lokasi wisata di wilayah Sleman tahun ini diperkirakan tembus 7,2 juta orang. Kondisi tersebut tidak lepas dari sejumlah kegiatan yang disiapkan sejumlah destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Sudarningsih, mengatakan pihaknya optimistis jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman sampai 31 Desember mendatang berada di antara kisaran 7 juta hingga 7,25 juta kunjungan wisatawan. “Ini tidak lepas dari beberapa kegiatan yang masih akan berlangsung, baik selama November hingga Desember mendatang,” katanya Senin (13/11/2017).

Salah satu kegiatan internasional yang termasuk dalam 100 event internasional yang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata adalah the 9th Jogja International Heritage Walk. Event tersebut akan diselenggarakan pada 18 November di Kompleks Candi Prambanan (Sleman), dan 19 November 2017 di Imogiri (Bantul). Selain itu pada 18 November nanti juga digelar event Ngayogjazz yang diselenggarakan di Selomartani, Kalasan.

Hingga 31 Oktober lalu, jumlah kunjungan wisatawan ke SlemanĀ  sebanyak 6.390.962 kunjungan, dengan rincian 6.068.780 kunjungan wisatawan nusantara (setara dengan 95,41%), dan 292.180 kunjungan wisatawan mancanegara (setara dengan 4,59%).

Bila dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisatawan selama September lalu, terjadi peningkatan kunjungan sebesar 108,54% dari 5.860.689 kunjungan. Bila dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisatawan pada periode yang sama pada 2016, terdapat peningkatan kunjungan sebesar 137,54% dari 4.624.904 kunjungan.
“Ini menunjukkan pariwisata di Sleman masih menjadi magnet bagi para wisatawan. Kami optimis, jumlah kunjungan melebihi ekspektasi yang dicanangkan,” ujarnya.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…