Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengamati tanaman kelengkeng yang dibudidayakan di Dusun Soropadan, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, Sabtu (13/8/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja) Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengamati tanaman kelengkeng yang dibudidayakan di Dusun Soropadan, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, Sabtu (13/8/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 14 November 2017 05:40 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Ini Dia Desa-Desa Unggulan di Pengasih

Satu desa harus punya satu unggulan.

Solopos.com, KULONPROGO— Kecamatan Pengasih menyambut positif adanya Program Inovasi Desa (PID). Sejumlah desa di wilayah ini telah memiliki beragam unggulan.

Camat Pengasih, Santoso mengungkapkan, PID adalah salah satu upaya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dalam menanggulangi kemiskinan di wilayah perdesaan. Melalui pemanfaatan dana desa, secara lebih berkualitas, dengan strategi pengembangan kapasitas desa secara berkelanjutan. Khususnya pada bidang pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia, pelayanan sosial dasar, serta infrastruktur desa.

Ia menyebutkan, sejumlah desa yang saat ini sudah memiliki keunggulan antara lain Desa Sidomulyo dengan unggulannya Desa Wisata Talunombo, Desa Sendangsari yang memiliki Goa Lawe dan pemandian clereng. Selain itu Desa Karangsari dengan wisata Kamal, wisata kelengkeng di Desa Tawangsari. Terakhir ada Desa Margosari dengan Pesona Kalipetir. Sementara itu, dua desa lainnya yang belum bisa menunjukkan keunggulannya adalah Desa Pengasih dan Desa Kedungsari.

“Desa-desa yang sudah siap dengan unggulannya, mohon untuk mendahulukan diri melakukan inovasi, dan menyerahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang di dalamnya sudah ada penganggaran kegiatan tersebut. Kami berharap, minimal ada satu desa memiliki PID pada tahun ini,” kata dia, dalam rilis diterima pada Senin (13/11/2017).

Santoso menjelaskan, di Kecamatan Pengasih tidak ada persoalan mengenai kepemilikan lahan, yang diperkirakan bisa menghambat program-program secara berkelanjutan. Selain itu, gotong-royong dalam bermasyarakat juga menjadi poin nilai dalam pelaksanaan PID. Sehingga tidak ada kendala berarti bagi setiap desa, untuk menyiapkan diri menerapkan PID.

Disinggung soal anggaran Dana Desa yang dimiliki untuk menopang PID di wilayah Kecamatan Pengasih, Santoso menyebutkan bahwa jajarannya mendapat alokasi Dana Operasional Kegiatan (DOK) PID Rp42.100.000. Rincian dana antara lain untuk transportasi pelaku program tingkat desa, biaya operasional penyelenggara bursa, dan administrasi serta pelaporan kegiatan.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…