Pengurus Hipmi Kota Madiun periode 2017-2020 dilantik, Senin (13/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Pengurus Hipmi Kota Madiun periode 2017-2020 dilantik, Senin (13/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Selasa, 14 November 2017 15:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Hipmi Kota Madiun Gaet Pesilat untuk Diajak Berwirausaha

Hipmi Kota Madiun akan membimbing para pesilat untuk terjun di dunia wirausaha.

Solopos.com, MADIUN — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Madiun akan menggaet para anggota pencak silat untuk mau berwirausaha. Kota Madiun merupakan kampung pesilat yang memiliki ribuan pesilat yang berpotensi untuk diarahkan menjadi seorang pengusaha.

Ketua Hipmi Kota Madiun, Andro Rohmana Putra, mengatakan anggota pencak silat di berbagai perguruan silat di Kota Madiun jumlahnya ribuan orang. Jumlah anggota yang sangat banyak ini merupakan potensi yang sangat baik untuk mengembangkan wirausaha.

Namun, Andro melihat selama ini agenda yang diutamakan dalam perguruan pencak silat hanya proses latihan saja. Untuk itu, Hipmi akan masuk ke perguruan silat untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan kepada para pesilat.

Semangat ini untuk membuka mindset para pesilat supaya ada pandangan berwirausaha. “Kami akan mencoba melakukan komunikasi dengan perguruan silat. Kami ingin menebar virus kewirausahaan ini,” jelas dia seusai dilantik sebagai Ketua Hipmi Kota Madiun periode 2017-2020 di Hotel Merdeka, Senin (13/11/2017).

Dia menuturkan Hipmi akan masuk ke perguruan silat untuk membuka mindset para pesilat mengenai dunia wirausaha. Selanjutnya, para pesilat akan dibimbing untuk membuat sebuah perencanaan bisnis yang dapat memecahkan permasalahan yang ada di Kota Madiun.

Setelah perencanaan bisnis dibuat, Hipmi akan menawarkan kerja sama dengan perbankan yang menjadi partner Hipmi. “Mau usaha apa pun terserah. Tetapi, kami akan membimbingnya supaya usaha yang akan ditekuni yaitu usaha yang dapat memecahkan permasalahan di Kota Madiun,” ujar dia.

Menurut Andro, saat ini pengusaha baru cenderung latah untuk memulai bisnis. Saat bisnis kuliner sedang booming, pebisnis baru akan ramai-ramai buka usaha kuliner. Namun tanpa ada perencanaan bisnis yang matang.

Selain masuk ke perguruan silat, Hipmi Kota Madiun juga akan masuk ke SMA/SMK dan pondok pesantren untuk menggaet wirausaha baru. Dia menyampaikan program ini akan dilaksanakan mulai Januari 2018 dan ditargetkan dapat menciptakan 500 pengusaha baru. Iklim bisnis di Madiun dianggap lebih kondusif dan masih banyak peluang yang belum digarap.

“Usaha yang mulai tumbuh dan peluangnya tinggi yaitu industri kreatif dan bisnis digital,” ujar dia.

Mengenai kriteria calon pemimpin Kota Madiun, Andro berharap wali kota yang akan memimpin Madiun adalah orang yang mau terbuka dengan para pengusaha dan mendukung iklim wirausaha.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…