Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X, sedang mencicipi teh hasil produksi warga Menoreh, di sela peresmian PPTM, di Ngaliyan, Ngargosari, Samigaluh, Kamis (12/10/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X, sedang mencicipi teh hasil produksi warga Menoreh, di sela peresmian PPTM, di Ngaliyan, Ngargosari, Samigaluh, Kamis (12/10/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 14 November 2017 15:40 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Harga Teh Menoreh Kulonprogo Kini Semakin Mahal

Pemkab dorong peningkatan harga jual teh Menoreh.

Solopos.com, KULONPROGO— Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berupaya meningkatkan harga jual teh, hasil panen petani di wilayah Menoreh. Harapan itu seiring adanya Pusat Pengelolaan Teh Mandiri (PPTM), yang merupakan bantuan dari Pemda DIY.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Bambang Tri Budi mengatakan, harga teh di tingkat petani yang baru dipetik, sekitar Rp4.000 per kilogram (Kg). Namun, apabila sudah disangrai dan dibeli oleh PPTM, maka harga meningkat menjadi Rp40.000 per Kg.

Sebelum ada PPTM, harga teh petik di tingkat petani hanya berkisar Rp750 hingga Rp1.500 per Kg. Sehingga ia berharap, adanya PPTM bisa terus mendorong peningkatan harga teh di tingkat petani. Keberadaan PPTM baru diresmikan tahun ini.

PPTM yang berbentuk sejumlah kios dan berdiri di tepi jalan yang melintas di perdesaan itu, juga berada di jalur menuju sejumlah objek wisata. Sehingga diharapkan bisa sekaligus menjadi wadah promosi produk teh hasil kreasi warga menoreh.

Ditambahkannya, populasi teh seluas satu Ha nampu menghasilkan 10.000 batang daun teh basah. Namun saat ini, di Kulonprogo masih sekitar 4.000 hingga 6.000 batang teh basah. Menurut dia, petani di menoreh masih harus meningkatkan populasi tanaman teh dengan membenahi tegakan, memangkas tanaman keras, serta menanami lahan kosong dengan populasi teh.

“Ke depan, kami ingin PPTM menjadi penyemangat masyarakat untuk merawat kebun teh. Dan mampu melakukan penetrasi teh yang luas, sehingga luasan tanam dan panen teh dari petani bisa semakin tinggi,” ujarnya, Selasa (14/11/2017).

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Widi Astuti mengatakan, jajarannya menargetkan dalam satu hektare lahan teh, bisa menghasilkan 8.000 batang teh. Sehingga perlu ada intensifikasi tanaman teh.

Teh merupakan komoditas unggulan perkebunan, sehingga perlu adanya perbaikan tegakan dan perawatan. Terlebih lagi mengingat, kebun teh di Kulonprogo, baru ada di Girimulyo dan Samigaluh.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…