Pengendara sepeda motor melintas di kawasan Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (7/9/2017). Dinas Perhubungan DKI Jakarta menunda uji coba penerapan kebijakan pembatasan motor dari Thamrin hingga Sudirman. (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad Adimaja)
Selasa, 14 November 2017 15:30 WIB JIBI/Solopos/Newswire Politik Share :

Cabut Larangan Motor di Thamrin, Anies Baswedan Beralasan Bela Rakyat Kecil

Anies Baswedan beralasan membela rakyat kecil setelah dikritik atas rencananya mencabut larangan motor di Jl. Thamrin Jakarta.

Solopos.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membalas kritik sejumlah pihak atas rencananya mencabut kebijakan era Ahok-Djarot tentang larangan sepeda motor di sejumlah ruas jalan. Anies beralasan pembatasan peredaran kendaraan roda dua bukan solusi untuk mengatasi kemacetan jalan raya Ibu Kota.

Itu yang jadi salah satu alasan Anies mewacanakan untuk menghapus jalur larangan sepeda motor di Jl. M. H. Thamrin, Jakarta Pusat. “Mengatur tidak macet itu soal manajemen [lalu lintas], bukan [motor] dilarang,” ujar Anies di Balai Agung, Balai Kota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2017), seperti diberitakan Suara.com.

Sepeda motor merupakan alat transportasi yang paling banyak dipakai di Jakarta. Setiap hari, jutaan sepeda motor beredar bersama mobil. Pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ketika itu menerapkan peraturan pembatasan sepeda motor di jalur protokol, kemudian menerapkan sistem pelat nomor ganjil genap untuk mobil pribadi. Tujuannya untuk mengurangi tingkat kemacetan sekaligus mendorong warga pindah ke angkutan umum.

Anies menekankan meskipun nanti sepeda motor tak dibatasi lewat jalur trotoar, akan ada pengaturan. “Akan diizinkan, tapi di atur, sehingga bisa beroperasi tapi ada keteraturan,” kata Anies. Baca juga: Korlantas Pertanyakan Niat Anies Baswedan Cabut Larangan Motor di Jakarta.

Menurut data yang dibaca Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno, ada 480.000 pesanan yang menggunakan kendaraan roda dua setiap hari yang terhambat karena ada larangan sepeda motor melewati Jl. Thamrin.

Kemudian Anies bertanya kepada hadirin, apakah yang memesan menggunakan kendaraan roda dua merupakan rakyat kecil atau menengah. “Bapak ibu kira-kira pesanan yang di antarkan menggunakan kendaraan roda dua, pesanan milioner apa rakyat kecil?” kata Anies.

Dalam pidato, Anies menegaskan akan berpihak pada rakyat kecil dan akan mengubah persepsi Jakarta sebagai kota yang kejam, menjadi kota yang ramah dan nyaman, aman bagi semua orang.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…