Relawan dari Singapore International Volunteers memandu kegiatan interaktif dengan sejumlah siswa SD pada peluncuran Words on Wheels, Senin (13/11/2017) di Grhatama Pustaka, Jogja. (Istimewa/SIF) Relawan dari Singapore International Volunteers memandu kegiatan interaktif dengan sejumlah siswa SD pada peluncuran Words on Wheels, Senin (13/11/2017) di Grhatama Pustaka, Jogja. (Istimewa/SIF)
Selasa, 14 November 2017 08:40 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Ada Perpustakaan Keliling yang Tak Biasa di Jogja

Pemda DIY meluncurkan Words on Wheels.

Solopos.com, JOGJA— Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY bersama Singapore International Foundation (SIF) meluncurkan perpustakaan keliling bernama Words on Wheels, Senin (13/11/2017) di Grhatama Pustaka.

Program ini diperuntukkan bagi lebih dari 5.000 siswa selama tiga tahun ke depan. Selain itu, Words on Wheels (WoW) juga memungkinkan Singapore International Volunteers (SIV) untuk memperkenalkan alat pembelajaran interaktif kepada anak-anak, serta melakukan pelatihan kepada staf dan pustawakan BPAD DIY.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutannya menyampaikan, kata perpustakaan begitu akrab di telinga sejak masa sekolah. Tapi, nyatanya, hal tersebut tidak pararel dengan tingginya minat baca masyarakat. Karena itulah ia berharap kehadiran WoW bisa meningkatkan minat baca masyarakat.

Perpustakaan keliling, lanjutnya, dalam memberikan pelayanan membawa misi promosi literasi masyarakat, delivery van buku-buku baru ke perpustakaan daerah dan media survei minat baca untuk pendirian cabang perpustakaan tetap. “Dengan beragam misinya itu, maka kerjasama dengan SIF ini diharapkan akan semakin meningkatkan minat baca dan literasi ke warga di seluruh pelosok DIY,” kata Sultan, Senin (13/11/2017).

Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu sangat mengapresiasi kehadiran WoW. Ia menyebut WoW sebagai program percontohan SIF yang mempromosikan pembelajaran di kalangan komunitas lokal dengan kem

udahan akses internet dan dalam memperoleh buku-buku yang dibutuhkan sekolah.

Selain itu, ia juga menyatakan, kerjasama diantara kedua belah pihak merupakan bentuk pertukaran lintas-budaya guna mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Singapura. Tak hanya itu, WoW bisa digunakan sebagai wadah kolaborasi antara relawan pendidikan Singapura dan Jogja.

Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura, Yacob Ibrahim yang turut hadir dalam moment tersebut menyatakan, WoW merupakan program unggulan SIF yang diluncurkan pada 2011, dan telah dilaksanakan di Hanoi, Ho Chi Minh City (Vietnam), Jaffna (Srilanka) dan Bandung. Program ini diklaim telah memberikan dampak kepada lebih dari 40.000 anak-anak.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…