Ilustrasi anak-anak memainkan game di gadget (dailymail.co.uk) Ilustrasi anak-anak asyik dengan gadget (dailymail.co.uk)
Senin, 13 November 2017 16:15 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos Relation Share :

TIPS PARENTING
Bunda, Ini Panduan Terapkan Pembatasan Screentime untuk Anak

Tips parenting, orang tua ada baiknya menerapkan screentime untuk melindungi anak dari bahaya gadget.

Solopos.com, SOLO — Di era digital, anak terpapar layar adalah keniscayaan. Kehidupan kita acapkali dikepung televisi, komputer, tablet, telepon pintar, dan gawai berlayar lainnya.

Padahal kunci utama pertumbuhan optimal anak adalah aktif. Sayangnya, dewasa ini banyak orang tua tak bijak menerapkan pembatasan waktu interaksi buah hati dengan layar (screentime).

Pakar anak dari yayasan milik istri mantan Presiden Amerika Serikat Michelle Obama, Let’s Move Childcare, menjelaskan anak saat memelototi layar biasanya tidak seaktif saat bermain dengan orang lain.

“Menonton TV atau bermain games menghambat eksplorasi dan bikin anak malas bermain dengan temannya. Padahal hal itu penting untuk proses pembelajaran dan pertumbuhan fisik serta sosial buah hati,” ulasnya seperti dikutip dari Healthykidshealthyfuture.org, Selasa (31/10/2017).

Kebanyakan berinteraksi dengan layar juga berpengaruh bagi anak yang lebih besar. Dampaknya bisa mengganggu aktivitas fisik, kebiasaan membaca, mengerjakan PR dari sekolah, bermain dengan teman, bahkan berinteraksi dengan keluarga.

“Anak biasanya juga kelebihan berat badan karena malas bergerak,” terangnya.

Gabungan pakar anak dari American Academy of Pediatrics (AAP) sepakat membuat batasan waktu menatap layar yang aman bagi buah hati. Merujuk penelitian AAP, anak kurang dari dua tahun sebaiknya tidak berinterkasi dengan layar sama sekali.

Bagi anak yang belum sekolah, disarankan waktu maksimal menatap layar di rumah paling lama dua jam. Itu pun harus dengan pengawasan ketat dari orang tua atau pengasuh anak.

Sedangkan bagi anak yang sudah mulai sekolah, mengakses layar boleh-boleh saja. Namun tetap ada batasan waktu. Selain itu, dipastikan tujuannya untuk pendidikan dan tetap menunjang aktivitas fisik buah hati.

Para orang tua yang mulai menerapkan pembatasan ketat berinteraksi dengan layar kepada buah hatinya, pada permulaan tentunya tidak berjalan mulus. Kebijakan pola asuh ini menuntut kompensasi perhatian, kesabaran, dan energi ekstra.

Mamanatural.com punya tips jitu agar puasa mengakses layar bisa berjalan lancar. Caranya dengan melatih anak asyik bermain sendiri.

“Bikin lingkungan bermain anak aman dan nyaman. Sediakan mainan dan bacaan yang bisa melatih daya imajinasi dan eksplorasi. Tidak perlu terlalu banyak mainan, dampaknya anak jadi gampang bosan,” terangnya.

Rekomendasi Interaksi Anak dengan Layar

Usia AnakSaran Pakar
0 bulan-18 bulanTidak perlu (kecuali anak berjauhan dengan orang tua dan sesekali perlu menyapa lewat video call untuk berkomunikasi)
18 bulan-2 tahunAnak boleh mulai belajar mengakses layar gawai, televisi, dan sebagainya hanya sebatas media edukasi. Lebih disarankan belajar lewat media lain
2 tahun-5 tahunTidak lebih dari 1 jam/hari
5 tahun-16 tahunTidak lebih dari 4 jam/hari
Sumber: American Academy of Pediatrics (ifa)

 

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…