De Arca Statue Art Museum (Detik com) De Arca Statue Art Museum (Detik com)
Senin, 13 November 2017 04:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Sempat Kontroversi Patung Hitler, Museum De Arca Tetap Ramai

De Arca sempat mendapat kecamaan atas beredarnya foto pengunjung di samping patung Adolf Hitler dengan latar belakang kamp Auschwitz

Solopos.com, JOGJA-Kunjungan ke Museum De Arca tetap ramai seperti biasanya, meski museum yang berlokasi di komplek XT-Square, Umbulharjo, itu sempat mendapat kecamaan atas beredarnya foto pengunjung di samping patung Adolf Hitler dengan latar belakang kamp Auschwitz.

Hal itu, terlihat dari banyaknya rombongan pengunjung ke Museum De Mata dan De Arca di komplek XT-Square, Minggu (12/11/2017). Namun, tidak banyak yang tahu soal kontroversi patung Hitler tersebut, “Tidak tahu, saya hanya liburan aja,” kata Rahma, salah satu pengunjung asal Sragen, Jawa Tengah.

Marketing Museum De Mata De Arca Marsha Alethea mengatakan, jumlah pengunjung De Mata dan De Arca tetap ramai seperti biasanya. Ia belum bisa menghitung total jumlah pengunjung seharian pada Minggu (12/11/2017). Namun, menurut dia, untuk akhir pekan biasanya angka kunjungan sampai 800-an dan kunjungan di hari biasa mencapai 300-500-an orang. Jumlah pengunjung tersebut merupakan gabungan dari pengunjung De Mata atau museum dengan trick eye dengan gambar-gambar tiga dimensi dan De Arca  atau museum dengan koleksi patung.

Ia juga mengaku belum ada yang bertanya terkait patung Hitler. Thea memastikan patung diktator Nazi Jerman itu sudah ditarik dan tidak dipamerkan lagi sejak Sabtu pekan lalu sebagai respons dari protes dari berbagai lembaga internasional. “Sudah ditarik, lata belakangnya juga sudah dilepas,” ujar Thea.

Sebelumnya, beredar foto-foto pengunjung De Archa di media sosial bersama patung Hitler. Tidak hanya sekadar foto, bahkan anak-anak yang berfoto itu menirukan gaya hormat Hitler. Hal itu memicu protes dari organisasi Yahudi Amerika Serikat dan Human Right Watch (HRW). Sejarawan UGM Sri Margana mengatakan, yang dipersoalkan bukanlah patungnya, tetapi gaya berfoto pengunjung yang bisa diartikan dapat melukai korban kekejaman Hitler.

Marketing Museum De Mata dan De Arca lainnya Warli sebelumnya juga menyatakan diturunkannya patung Hitler untuk menghormati protes. Ia mengatakan, keberadaan patung yang sudah ada sejak 2014 lalu itu baru kali ini mendapat protes. Pihaknya tidak ada maksud lain dari memajang itu selain dengan tujuan edukasi karena Hitler merupakan salah satu tokoh dunia. Hanya, pihaknya mengakui memang tidak menyertakan sejarah singkat terkait sosok Hitler di sekitar patung tersebut dan tidak juga ada pemandu untuk pengunjung.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Komodifikasi Seni dan Kapitalisasi Ruang Publik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (9/11/2017). Esai ini karya Andi Setiawan, pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah andisemar@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Akhir bulan lalu, tepatnya pada 28-29 Oktober 2017,  diadakan acara…