Suasana eksekusi anggota DPRD gunungkidul periode 1999-2004 dalam kasus tunjangan DPRD tahun anggaran 2003-2004. (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Suasana eksekusi anggota DPRD gunungkidul periode 1999-2004 dalam kasus tunjangan DPRD tahun anggaran 2003-2004. (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 13 November 2017 19:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Satu Terdakwa Korupsi Tunjangan DPRD 2003-2004 Segera Dieksekusi

Satu terdakwa kasus korupsi tunjangan DPRD Gunungkidul periode 2003-2004 akan segera dieksekusi masuk jeruji besi

Solopos.com, GUNUNGKIDUL —Satu terdakwa kasus korupsi tunjangan DPRD Gunungkidul periode 2003-2004 akan segera dieksekusi masuk jeruji besi. Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul kini tinggal menunggu surat salinan putusan dari Mahkamah Agung (MA).

Baca juga : Dapat Remisi, 7 Eks DPRD Gunungkidul Keluar Penjara Lebih Cepat

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus), Kejari Gunungkidul, Sihit Isnugraha mengatakan pihaknya akan segera melakukan eksekusi satu terdakwa kasus korupsi atas nama Aris Purnomo.

“Eksekusi akan segera dilakukan, sekarang masih menunggu salinan putusan dari MA,” kata dia, Senin (13/11/2017).

Terdakwa mulanya mengajukan kasasi atas putusan pengadilan yang mengganjarnya hukuman satu tahun penjara. Namun kasasi yang diajukan terdakwa ditolak oleh MA, sehingga eksekusi terdapat dirinya akan segera dilakukan sesuai dengan putusan pengadilan.

Aris Purnomo yang merupakan mantan Sekretaris DPRD menambah daftar tersangka yang telah dieksekusi. Sebelumnya 11 mantan anggota dewan periode 1999-2004 yakni Ratno Pintoyo, Baryadi Rouseno, M Zaenuri, Sukar, Warta, Rojak Harudin, Isdanu Sismiyanto, Ternalem PA, Paiman, Sukijan, Paikun Widi Permono, Tumijo Suryo Hadi dan Sukardi telah diekskusi pada Januari lalu.

Dalam kasus korupsi berjamaah yang merugiakan keuangan negara senilai Rp3,2 miliar itu melibatkan sejumlah mantan anggota dewan. Namun belum semua tersangka dijebloskan ke penjara. “Salah satunya atas nama Irhas Imam Mochar sat ini masih sakit, sehingga belum bisa dieksekusi,” kata Sihit.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…