Seorang pengendara motor sedang melintas di depan sebuah rumah yang telah dibongkar di Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang. rencananya di titik yang ada pembongkaran akan dijadikan JJLS, beberapa waktu lalu. (Harian Jogja/David Kurniawan)
Senin, 13 November 2017 11:05 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Rumor Pelebaran JJLS Bikin Warga Gunungkidul Gundah Gulana

Isunya, jalan akan diperlebar dari 40 meter menjadi 50 meter

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Warga di sepanjang Jalur Jalan  Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul resah dengan adanya rumor pelebaran jalan yang direncanakan oleh Pemerintah DIY. Kabar yang berkembang, jalan akan diperlebar dari 40 meter menjadi 50 meter.

Kepala Dusun Sawah, Girisekar, Panggang Anjar Gunantoro mengatakan, isu terkait dengan pelebaran JJLS sudah santer terdengar di masyarakat sejak satu bulan terakhir. Bahkan dari kabar yang beredar, perlebaran ini sudah dituangkan dalam SK
Gubernur DIY yang ditandatangani oleh Sultan HB X. “Ini yang membuat warga khawatir karena perlebaran dilakukan secara menyeluruh di wilayah Gunungkidul,” kata Anjar saat dihubungi Harian Jogja, Sabtu (11/11/2017).

Dia mengungkapkan, perlebaran jalan dari awal perancanaan 40 meter menjadi 50 meter akan sangat merugikan masyarakat. Anjar tidak menampik untuk pembebasan pertama (selebar 40 meter) warga tidak mempersoalkan dan mau menerima. Hal ini dibuktikan sudah banyak masyarakat yang mendapatkan ganti rugi pembebasan.

Namun, rumor tambahan lebar sepuluh meter akan memberatkan. Terlebih lagi, dari proses ganti rugi yang
dilakukan sudah digunakan untuk pembangunan, sehingga dengan rumor adanya perlebaran ulang membuat warga jadi
khawatir dan takut rumah yang baru selesai dibangun pasca pembebasan akan tergusur lagi untuk perlebaran.

“Jelas kalau diperlebar lagi akan mengenai rumah warga. Inipun menjadi persoalan yang bisa merugikan dan membuat warga bingung,” ujar Ketua Paguyuban Kepala Dusun Gunungkidul Janaloka ini.

Terkait dengan rumor perlebaran JJLS, Anjar mengaku sudah mempertanyakan ke Pemkab Gunungkidul. Namun hingga sekarang belum ada jawaban pasti terkait dengan rumor tersebut. “Banyak yang sudah bertanya kepada saya, tapi saya jawab
kalau memang ada perlebaran lagi pasti akan ada sosialisasi sehingga warga tidak perlu khawatir,” ungkapnya.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…