Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi menyaksikan gladi bersih HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Banten, Selasa (3/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Hafidz Mubarak A)
Senin, 13 November 2017 16:00 WIB Lingga Sukatma Wiangga/JIBI/Bisnis Politik Share :

Presiden Jokowi Didesak Segera Ganti Panglima TNI

Setara Institute mendesak Presiden Jokowi segera mengganti Panglima TNI yang sekarang dijabat Jenderal Gatot Nurmantyo.

Solopos.com, JAKARTA — Presiden Joko Wido (Jokowi) diminta secepatnya mengganti posisi panglima TNI yang saat ini dijabat Jenderal Gatot Nurmantyo. Pasalnya, Gatot dinilai terlalu banyak melakukan manuver politik.

Gatot sendiri memang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun. Ketua Setara Institute Hendardi menilai saat ini Gatot belum berhasil mendisiplinkan TNI yang memiliki tugas mempertahankan negara.

Menurut Hendardi Gatot sering melakukan kegaduhan dengan mempolitisasi beberapa isu politik nasional. Hal itu dinilai merusak organisasi TNI, serta mengganggu agenda pembangunan pemerintah dalam kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Kepemimpinan [TNI] baru harus sosok terbuka, reformis dan menyatu dalam langkah Presiden Joko Widodo sebagai panglima tertinggi TNI,” ujar ketua lembaga yang fokus pada isu-isu demokrasi tersebut, Senin (13/11/2017).

Hendardi menyarankan Presiden bisa memulai menyeleksi nama-nama petinggi TNI untuk menggantikan Gatot karena uji kelayakan dan kepatutan di parlemen tidak sebentar.

Hendardi pun menyebut saat ini ada beberapa isu dalam tubuh TNI yang harus diselesaikan, yaitu terkait soliditas, profesionalisme, kesejahteraan, reformasi dan peradilan militer, penanganan bisnis tentara, akuntabilitas anggaran, serta ketundukan pada supremasi sipil.

Hendardi menambahkan program kemaritiman yang diusung pemerintah pun bisa menjadi pertimbangan kebutuhan sosok panglima TNI yang berorientasi pada penguatan sektor tersebut.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…