Ilustrasi tanaman cabai. (JIBI/Harian Jogja/Wahyu Darmawan)
Senin, 13 November 2017 07:35 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

PERTANIAN WONOGIRI
Diresmikan Hari Ini, Kismantoro Punya Pasar Lelang Cabai

Pemkab Wonogiri akan meresmikan pasar lelang cabai di Kismantoro hari ini.

Solopos.com, WONOGIRI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri bakal meresmikan pasar lelang cabai di Kismantoro, Senin (13/11/2017) ini. Pasar lelang cabai itu merupakan penghormatan sekaligus identitas Kismantoro sebagai daerah penghasil cabai terbesar di Wonogiri.

Kepala Seksi Hortikultura, Joko Riyanto, mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Safuan, mengatakan pasar lelang cabai tersebut akan diresmikan pada sore hari dan dilanjutkan aktivitas lelang cabai pada malamnya. Menurutnya, ke depan bukan hanya cabai yang dilelang di pasar tersebut, namun berbagai macam hasil pertanian.

Dia menambahkan saat ini Dinas Pertanian dan Pangan memetakan sejumlah kawasan dengan potensi tanaman unggulannya. Sedikitnya terdapat lima kawasan yang dipetakan yakni Kismantoro, Bulukerto, Nguntoronadi, Paranggupito, dan Girimarto.

Kismantoro dengan tanaman unggulan cabai. “Kami juga mulai menggarap agrowisata di Conto, Bulukerto, dengan tanaman utama jeruk, jambu, dan alpokat,” ujarnya, Jumat (10/11/2017).

Sejumlah tempat wisata juga sudah dibuat oleh Pokdarwis Desa Conto yang dipadukan dengan berbagai tanaman unggulan. Sedikitnya 2.000 pohon jeruk sudah ditanam di Conto tahun ini. Sementara di Beji dan Semin merupakan sentra buah naga dengan branding sebagai Kampung Organik.

“Tak hanya buah naga, di sana juga banyak lengkeng, durian, pepaya, dan avokad,” imbuhnya.

Sedangkan Paranggupito yang wisatanya identik dengan pantai juga mengembangkan kelapa, cabai jamu, dan jeruk. Sedangkan di Girimarto tanaman unggulannya pisang, pepaya, avokad, dan lengkeng. “Kalau di Nguntoronadi ada Kampung Organik, di Giritontro ada Desa Organik,” ujarnya.

 

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…