Kapolres Gunungkidul AKBP Muhammad Arif Sugiarto (tengah) saat menunjukan barang bukti pencurian dalam rilis ungkap kriminal yang dilakukan di halaman Mapolres Gunungkidul, Senin (13/11/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Kapolres Gunungkidul AKBP Muhammad Arif Sugiarto (tengah) saat menunjukan barang bukti pencurian dalam rilis ungkap kriminal yang dilakukan di halaman Mapolres Gunungkidul, Senin (13/11/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 13 November 2017 18:55 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Pencuri Spesialis Toko Kelontong di Gunungkidul Akhirnya Dibekuk

Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal Polres Gunungkidul berhasil menangkap TS,33, warga Piyaman, Wonosari sebagai pelaku pencurian

Solopos.com, SLEMAN– Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal Polres Gunungkidul berhasil menangkap TS,33, warga Piyaman, Wonosari sebagai pelaku pencurian toko kelontong di sejumlah toko kelontong di Gunungkidul.

Atas perbuatannya itu, dia dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Kapolres Gunungkidul AKBP Muhammad Arif Sugiarto mengatakan, penangkapan TS tidak lepas dari laporan terkait pencurian toko kelontong di Dusun Besari, Siraman, Wonosari pada Jumat (10/11/2017) lalu.

Dari laporan ini, petugas pun melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku sehari berselang. “Sudah kita amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan,” kata Arif kepada wartawan, Senin (13/11/2017).

Menurut dia, atas perbuatannya itu pelaku dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman kurungan selama lima tahun. Selain tersangka TS, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti satu unit sepeda motorAB 4814 MD dan satu buah HP merk Oppo.

“Barang-barang itu digunakan pelaku sebagai sarana dalam pencurian di toko kelontong sehingga dijadikan barang bukti. Mudah-mudahan dengan tindakan hukum ini dapat membuat para pelaku jera dan tidak mengulang perbuatan yang sama,” ungkapnya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Gunungkidul AKP Rudy Prabowo menambahkan, pihaknya masih terus mendalami tindak pidana pencurian yang dilakukan tersangka TS.

Dari pengakuan awal, pelaku tidak hanya mencuri di satu lokasi, sebab dia juga melakukan tindak pencurian di toko kelontong di wilayah Tanjungsari.

“Saat ini yang diakui masih dua lokasi yang dicuri. Tapi tidak menutup kemungkinan terjadi di lokasi lain. Jadi saat ini kasus masih dalam pengembangan,” kata Rudy.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…