Parade Gamelan Anak ke-X di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma (USD). (Foto istimewa/dokumen panitia) Parade Gamelan Anak ke-X di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma (USD). (Foto istimewa/dokumen panitia)
Senin, 13 November 2017 19:55 WIB Nina Atmasari/*/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Parade Gamelan Anak ke-X, Melestarikan Budaya melalui Seni Karawitan

Program Studi Pendidikan Guru dan Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma (PGSD USD) mengadakan Parade Gamelan Anak ke-X

Solopos.com, JOGJA– Program Studi Pendidikan Guru dan Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma (PGSD USD) mengadakan Parade Gamelan Anak ke-X.

Acara Parade Gamelan Anak ini secara rutin diadakan setiap tahun selama satu dekade terakhir. Parade Gamelan Anak kali ini diadakan di Auditorium Driyarkara USD dalam rangka satu dasawarsanya sehingga acara diadakan lebih megah dan meriah.

Acara yang dilaksanakan untuk memeriahkan Dies Natalis USD ke-62 dan Dies Natalies Program Studi PGSD ke-10 ini mengusung tema “Budayaku Harga Diri Bangsaku.”

Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Peresmian acara ini ditandai dengan pemukulan gong sebanyak lima kali oleh Rektor USD, Johanes Eka Priyatma.

“Memukul gong sebanyak lima kali ini untuk menyatakan tekad kita semua untuk mengamalkan Pancasila karena Pancasila dapat membuka wawasan kita untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan, salah satunya adalah karawitan.” kata Rektor.

Parade Gamelan Anak ke-X ini merupakan lomba karawitan yang diikuti oleh SD se-Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Totalnya ada 16 SD yang memeriahkan acara Parade Gamelan Anak ke-X ini, yaitu SD Karangnangka 1, SDN Kroyolor Purworejo, SD Kasatrian Surakarta, SD Pangudi Luhur Sedayu, SD Sendang Harjo, SD Kanisius Wirobrajan, SD Pangudi Luhur Kalirejo Kulon Progo, SD Kanisius Condongcatur, SD Johannes Bosco, SD Tumbuh 2, dan SD Kristen 3 Klaten.

Selain itu, acara dimeriahkan oleh Unit Kegiatan Program Studi Karawitan PGSD, Seruni, dan Pakat Dayak. Untuk menilai lomba karawitan kali ini, panitia mendatangkan pengamat, di antaranya Raharja, I Nyoman Cau Arsana dan Afendy Widayat.

“Dengan adanya acara seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak juga dapat melestarikan budaya di Indonesia khususnya alat musik Gamelan Jawa,” tutur Danang Nur Wicaksana selaku Ketua acara Parade Gamelan Anak tahun 2017 ini.

Ia berharap agar acara ini ke depannya dapat terus berkembang dan bahkan mungkin bisa menjadi festival tahunan di Universitas Sanata Dharma.

Tahun 2016 piala bergilir Sri Sultan Hamengku Buwono X berada di SD Kasatrian Surakarta dan pada tahun ini, piala bergilir berpindah ke SD Kristen 3 Klaten. Selain mendapat piala bergilir, SD Kristen 3 Klaten juga mendapat Piala Rektor.

“Untuk mempersiapkan lagu yang diberikan panitia hanya 2 bulan, namun anak-anak sudah siap dan terbiasa bermain alat musik Gamelan ini, karena salah satu ekstrakurikuler di sekolah kami adalah Karawitan, hal ini sesuai dengan misi sekolah kami yang peduli terhadap budaya,” ujar  Ibu Sri Purwanti Yuli Setyaningsih selaku Kepala SD Kristen 3 Klaten.

“Karena memang tidak ada institusi lain yang mengadakan semacam ini, maka Parade Gamelan memang sebuah acara yang sangat ditungu-tunggu, dan kami berharap agar nantinya acara ini dapat berkembang dengan cakupan yang lebih luas lagi,” tambahnya.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…