Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso (Speedweek)
Senin, 13 November 2017 15:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Balap Share :

MOTO GP 2017
Kisah Lorenzo yang Tak Mau Mengalah dengan Dovizioso

Moto GP 2017 menyajikan duo Ducati yang gagal menyelesaikan balapan di Valencia.

Solopos.com, VALENCIA – Tim Honda barangkali kesal setengah mati pada Jorge Lorenzo setelah GP Malaysia, dua pekan silam. Aksi Lorenzo yang “memberikan jalan” pada Andrea Dovizioso membuat pertarungan menuju juara dunia ketat hingga seri terakhir di GP Valencia.

Di beberapa kesempatan, Lorenzo mengaku senang-senang saja membantu rekan setimnya itu untuk mengangkat titel Moto GP 2017. Namun sikap Lorenzo mendadak berubah 180% jelang race di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (12/11/2017).

Kepada media, Lorenzo mengaku enggan mengulurkan tangan lagi jika balapan berlangsung normal. Dia baru mau membantu dengan satu syarat, Marc Marquez mengalami nasib sial dalam balapan. Dovi memang berpeluang juara dunia jika finis nomor satu sedangkan Marquez gagal menyelesaikan lomba.

“Tentu Anda bisa melakukan sesuatu [team order], tapi strategi itu tak sesuai dengan mentalitas saya. Saya ingin bermain dengan cara yang benar,” ujar Lorenzo seperti dilansir Crash, Minggu.

Ucapan itu benar-benar dibuktikan Lorenzo saat balapan. Alih-alih memberikan karpet merah untuk Dovi, Lorenzo justru menahan rekannya itu di posisi lima saat dia berada di posisi empat. Padahal saat itu Marquez sudah bertarung untuk posisi satu melawan Johann Zarco.

Kondisi itu berlangsung hingga belasan lap awal. Sebuah pesan bertajuk “mapping 8” pun muncul di dashboard motor Lorenzo pada lap 13. Pesan itu bahkan kembali diterimanya sebanyak empat kali menjelang lap akhir. Namun lagi-lagi pesan itu hanya dianggap angin lalu.

Lorenzo seperti “kena batunya” ketika kecelakaan di lap 25. Kondisi itu kian menguntungkan Dovi karena beberapa lap sebelumnya Marquez melebar di tikungan 1 dan turun pada posisi lima. Dovi naik ke posisi empat. Sial, Dovizioso justru ikut terjatuh beberapa saat setelah Lorenzo tersungkur. Pembalap 31 tahun ini sempat memaksakan diri dan turun pada posisi 19, tapi ia kemudian memutuskan masuk pit.

Insiden yang dialami Dovi amat ironis karena sebelumnya dia baru sekali gagal finis musim ini, tepatnya di GP Argentina. Total dia hanya terjatuh lima kali sepanjang latihan, kualifikasi hingga lomba di Moto GP 2017. Bandingkan dengan Marquez yang sudah terjatuh 27 kali dalam kesempatan yang sama.

Dovizioso pun langsung dihibur ofisial Ducati begitu kembali ke pit seusai kecelakaan. Ducati tampak bangga dengan perjuangan Dovi yang mampu memaksa Marquez bertarung hingga race terakhir. Dovi sendiri mengaku sudah berusaha sekuat tenaga untuk memenangi balapan meski memulai start dari posisi sembilan.

“Saya gembira karena kami mencoba hingga akhir. Semuanya masih terbuka hingga 10 lap terakhir . Saya benar-benar melampaui batas sejak putaran pertama. Kami harusnya gembira apapun yang terjadi, gembira dengan kejuaraan ini,” ujar Dovi dilansir BT Sport. 

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…