Donald Trump dan Rodrigo DUterte (Theguardian) Presiden AS, Donald Trump, bersulang dengan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, saat makan malam menjelang KTT ASEAN di Manila, Filipina, Minggu (12/11/2017). (Theguardian.com)
Senin, 13 November 2017 15:45 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

Mendadak Mesra, Duterte Nyanyikan Lagu Cinta untuk Donald Trump

Presiden Filipina menyanyikan lagu cinta khusus untuk Donald Trump.

Solopos.com, MANILA – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, ternyata memiliki sisi manis dalam dirinya. Pria yang biasa tampil berwibawa itu mendadak sangat romantis kala bertemu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keduanya bertemu dalam acara makan malam menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Manila, Filipina, Minggu (12/11/2017).

Dalam acara itu, Rodrigo Duterte menyanyikan lagu cinta untuk Donald Trump bertajuk Ikaw. Tak hanya sendiri, dia mendendangkan lagu itu bersama diva top Filipina, Pilita Corrales. “Hadirin sekalian, saya bernyanyi atas permintaan orang nomor satu di Amerika Serikat,” kata Duterte seperti dilansir The Guardian, Seninn (13/11/2017).

Aksi Rodrigo Duterte yang tidak biasa itu mendadak viral di media sosial. Beberapa netizen mengunggah momen langka itu ke Twitter. Mereka tampak kagum dengan sosok Duterte yang kerap disebut sebagai Donald Trump dari timur.

Seperti diketahui, Filipina merupakan negara bekas jajahan Amerika Serikat. Keduanya menjadi sekutu sejak Perang Dunia II. Namun, belakangan hubungan kedua negara ini merenggang gara-gara sikap Rodrigo Duterte yang mengaku anti-AS. Tapi, aksi Duterte saat menyanyikan lagu cinta untuk Donald Trump itu seolah membantah tudingan ketegangan antara Filipina dan Amerika Serikat.

Selain Donald Trump dan Rodrigo Duterte, acara itu dihadiri sejumlah pemimpin negara lain seperti Tiongkok, Rusia, Jepang, Kanada, Korea Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru. Mereka tampak mengenakan kemeja warna krem yang merupakan pakaian tradisional Filipina. Mereka semua dihibur oleh sejumlah penyanyi dan penari serta disuguhi hidangan khas Filipina.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…