Dalang Ki Guntoro Prajoko Sugati membawakan lakon Wahyu Ratu pada Pagelaran Wayang Kulit yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI di Lapangan Jatisarono, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo, Sabtu (11/11/2017). (Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.) Dalang Ki Guntoro Prajoko Sugati membawakan lakon Wahyu Ratu pada Pagelaran Wayang Kulit yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI di Lapangan Jatisarono, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo, Sabtu (11/11/2017). (Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.)
Senin, 13 November 2017 12:20 WIB Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Masyarakat Mesti Bijak Saat Gunakan Media Sosial

Pengguna media sosial di Indonesia telah mencapai setidaknya 125 juta

Solopos.com, KULONPROGO-Masyarakat diharapkan lebih bijak dan cerdas dalam menggunakan internet dan media sosial. Berbagai informasi maupun berita apapun sebaiknya tidak disebarluaskan jika belum jelas sumber dan kebenarannya.

Hal tersebut disampaikan Tenaga Ahli Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Ismail Cawidu pada pembukaan Pagelaran Wayang Kulit di Lapangan Jatisarono, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo, Sabtu (11/11/2017). “Kalau tidak jelas sumbernya, jangan disebar ke mana-mana karena bisa menimbulkan permasalahan,” kata dia.

Ismail mengungkapkan, pengguna media sosial di Indonesia telah mencapai setidaknya 125 juta. Ia mengatakan, sangat gampang menyebar berita yang belum tentu benar melalui setiap akun media sosial. Dia mengimbau masyarakat melakukan cek dan ricek sebelum memutuskan untuk menyebarkan informasi tertentu. Para orang tua juga diminta telaten mendampingi anak masing-masing agar memanfaatkan internet dengan baik. “Tolong dijaga anak-anaknya. Apalagi tahun depan masuk tahun politik. Pasti akan banyak beredar hoaks,” ujar Ismail.

Ismail memaparkan, Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Wahyu Ratu malam itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2017 yang mengangkat tema Perkokoh Persatuan Memangun Negeri. Pihaknya bekerja sama dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk memberikan hiburan edukatif kepada masyarakat sekaligus melestarikan wayang yang sudah diakui sebagai warisan dunia.

Dalang Ki Guntoro Prajoko Sugati dihadirkan untuk membawakan lakon berjudul Wahyu Ratu. “Pak Dalang menyampaikan pesan dalam bentuk bahasa wayang. Indonesia ini dilihat adem ayem tapi sesungguhnya banyak persoalan yang kalau dibiarkan bisa menimbulkan persoalan baru,” kata Ismail.

Dalam kesempatan itu, Ismail juga menegaskan jika kebijakan registrasi nomor seluler prabayar bukanlah berita bohong atau hoaks. Masyarakat diimbau segera melakukan registrasi dengan menggunakan nomor KTP dan kartu keluarga (KK) sebelum Februari 2018. “Ini untuk memastikan pelanggan telekomunikasi di Indonesia ada berapa supaya negara bisa hadir untuk melindungi rakyatnya,” ucap dia.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI, Andika Pandu Puragabaya mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan Kominfo RI tersebut memang berbarengan dengan masa reses. “Kita menyerap aspiasi, mendatangi, dan melihat apa saya kebutuhan masyarakat,” ungkap Andika Pandu.

Andika berpendapat, kesenian wayang merupakan salah satu kebudayaan Jawa yang perlu dilestarikan. Di sisi lain, acara malam itu dianggap cukup efektif sebagai sarana untuk menjaring aspirasi dari masyarakat. Dia sendiri juga merasa lebih mudah berinteraksi dengan masyarakat karena banyak yang datang untuk menikmati hiburan edukatif.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…