Komisi C DPRD Bantul lakukan sidak proyek pembangunan talud atau banget sungai Mruwe, Banguntapan, Senin (13/11/2017).(Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja) Komisi C DPRD Bantul lakukan sidak proyek pembangunan talud atau banget sungai Mruwe, Banguntapan, Senin (13/11/2017).(Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 13 November 2017 20:55 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Komisi C Bantul Sidak Sejumlah Pembangunan Talut, Ini Hasilnya

Komisi C DPRD Bantul kembali lakukan sidak dibeberapa proyek pembangunan talud atau banget sungai Mruwe

Solopos.com, BANTUL–Komisi C DPRD Bantul kembali lakukan sidak dibeberapa proyek pembangunan talud atau banget sungai Mruwe, Banguntapan, Senin (13/11/2017).

Ketua komisi C, Wildan Nafis mengatakan kondisi yang ditemui di lapangan dikhawatirkan tidak selesai sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

“Selain itu mengingat kondisi yang ada, kemungkinan waktu tidak terkejar ini. Pihak pemborong harusnya menyiasati karena genangan air hanya dipompa dengan empat pompa,” katanya.

Dia mengatakan dalam pengerjaan harus benar-benar kering. Dia mengkhawatirkan pondasi yang dibuat campurannya belum bisa melekat. Sehingga dirinya menyayangkan nantinya jika usia bangunan tidak sesuai yang diharapkan.

Proyek yang juga berada di sekitaran sungai Mruwe juga diduga tidak sesuai standar. “Hari sabtu pagi belum ada saya lihat kemarin kan rumah saya sekitaran ini, kalau misal Sabtu/Minggu dimulai sekarang senin sudah terkena air, kan rekatan dari semen tidak merekat,” katanya.

Menurut Wildan kunci utama pembangunan di air adalah pondasinya harus benar-benar kuat. Anggota komisi C Suryono menambahkan berharap agar bangunan tersebut agar dapat tepat waktu dan memenuhi standar.

“Saya takut nantinya ngejar waktu terus amburadul. Saya pesan pada pihak kontraktor tepat waktu dan sesuai standar,” katanya.

Menurut Kepala seksi Pengelolaan Jaringan Irigasi, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman, Yitno sudah ada standar petugas pengawas lapangan, selain itu juga ada konsultan pengawas.

“Tiap hari sudah dijatah semua yang ada tugas, untuk mengarahkan, baik jeleknya harus bareng-bareng,” ujarnya.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…