Logo Kabupaten Sleman. (JIBI/Harian Jogja/Dok) Logo Kabupaten Sleman. (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Senin, 13 November 2017 11:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Klaim Bebas BAB Sembarangan, Sleman Kini Dorong Desa Terapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

Sebanyak 86 desa di 17 kecamatan di Sleman sudah bebas dadi BAB sembarangan

Solopos.com, SLEMAN-Seluruh kecamatan di wilayah Sleman diklaim bebas buang air besar (BAB) sembarangan. Saat ini, Pemkab  Sleman mendorong desa-desa untuk menerapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Dari 86 desa di Sleman, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Nurulhayah mengatakan, baru empat desa yang dideklarasikan menjadi desa STBM. Keempat desa tersebut meliputi Desa Tridadi Kecamatan Sleman, Triharjo (Sleman), Sambirejo (Prambanan), dan Sumberejo (Tempel). “Kami berkomitmen bersama masyarakat di empat desa tersebut untuk memenuhi lima pilar ini,” kata Nurul, Minggu (12/11/2017).

Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Sleman Yonatan menambahkan, keempat desa tersebut didorong menerapkan lima pilar STBM meliputi, stop Buang Air Besar Sembarangan (stop BABS), cuci tangan menggunakan sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga, dan pengamanan limbah cair rumah tangga.

“Jadi 86 desa di 17 kecamatan sudah bebas dadi BAB sembarangan. Untuk empat pilar lainnya dibutuhkan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun swasta,” jelasnya.

Sekadar diketahi, hingga 2016 tercatat sebanyak 122 unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)  komunal yang dibangun di desa-desa. Pembangunan Ipal-Ipal tersebut, menambah cakupan sanitasi layak di wilayah Sleman mencapai 94%. Pemkab sendiri menargetkan pada 2019, cakupan sanitasi layak dapat ditingkatkan menjadi 96,19%.

“Tahun ini Pemkab menerima Sertifikat ISO 9001:2015 terkait masalah sanitasi. Ini membuktikan komitmen Pemkab terkait masalah kesehatan warga,” kata Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Purwatno Widodo.

Kepala Desa Triharjo Irawan mengatakan, masyarakat Triharjo mendeklarasikan diri untuk melaksanakan lima pilar STBM pada 2 November kemarin. Salah satu pilarnya adalah stop buang air besar sembarangan. Seluruh masyarakat, lanjutnya, menerapkan kelima pilar sejak dua tahun lalu bekerja sama dengan Puskesmas.

Langkah itu mulai dari pelatihan, pemantauan di seluruh padukuhan hingga pembangunan fisik baik MCK, IPAL komunal, resapan IPAL rumah tangga. “Kami lakukan ini dengan harapan seluruh masyarakat meningkat drajat kesehatanya agar lebih sejahtera,” kata Irawan.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…