Warga Purbowardayan, Kelurahan Tegalharjo, Kecamatan Jebres, Solo, Riska Yayuk, menunjukkan KIS yang ia terima di Solo Techno Park (STP), Senin (13/11/2017). (Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos) Warga Purbowardayan, Kelurahan Tegalharjo, Kecamatan Jebres, Solo, Riska Yayuk, menunjukkan KIS yang ia terima di Solo Techno Park (STP), Senin (13/11/2017). (Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos)
Senin, 13 November 2017 15:15 WIB Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos Solo Share :

KESEHATAN SOLO
Dana Raskinda Dialihkan untuk Bayar Premi JKN KIS Warga Miskin

Kesehatan Solo, KIS dibagikan kepada mereka yang berhak.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengalihkan dana Beras Miskin Daerah (Raskinda) dan BKMKS menjadi pembayaran premi Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Hal itu dilakukan agar kesehatan sebagai kebutuhan mendasar masyarakat dapat terpenuhi.

Pembagian KIS bagi warga Kecamatan Jebres dilakukan di Solo Techno Park (STP), Senin (13/11/2017). Sedangkan pembagian di empat kecamatan lainnya menyusul.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan pihaknya dihadapkan pada dilema dalam menangani masalah kemiskinan. Menurutnya, ada tiga kategori miskin yaitu  rentan miskin, miskin dan sangat miskin.

“Kami lebih baik mencegah yang rentan miskin agar tidak menjadi miskin atau bahkan sangat miskin. Kami usahakan terus,” ujarnya saat ditemui wartawan seusai memberikan KIS secara simbolis di STP, Senin.

Salah satunya upaya mencegah degradasi masyarakat rentan miskin menjadi miskin atau bahkan sangat miskin adalah mengalihkan anggaran Raskinda dan BKMKS untuk membayar premi JKN-KIS.

“Mending tidak dapat Raskinda dan BKMKS tetapi dapat KIS yang premi PBI-nya dari APBD. Masyarakat lebih ayem dan tenang,” kata dia.

Saat ditanya apakah pangan sudah tidak menjadi masalah bagi warga Solo, Rudy, panggilan akrab Wali Kota, mengatakan hal itu bukan
masalah lagi. Selain itu, jika masyarakat penerima KIS tidak menggunakan layanan KIS, APBD yang digunakan membayar premi JKN-KIS
akan kembali ke negara.

Hal itu berbeda dengan Raskinda. APBD untuk pengadaan Raskinda berpindah ke pengusaha beras. Sementara APBD untuk membayar BKMKS akan berpindah ke rumah sakit. “Doa saya masyarakat sehat semua,” kata dia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Purwanti, mengatakan terdapat 3.962 buah KIS yang dibagikan di Kecamatan Jebres . Kartu itu dibagikan kepada 1.529 keluarga.

Ia mengungkapkan, pada periode ini, Pemkot Solo bakal membagikan 17.330 KIS. Seluruh kartu yang dicetak BPJS Kesehatan tersebut sudah berada di tangan Pemkot Solo.

“Hingga November 2017, Pemkot sudah menerima 47.385 KIS bagi 18.083 keluarga. Kalau pengajuannya ada 50.000-an,” tutur dia saat ditemui wartawan di sela-sela acara pembagian KIS di Kecamatan Jebres, Senin.

Sementara itu, salah seorang warga Purbowardayan, Kelurahan Tegalharjo, Riska Yayuk, 41, mengatakan tiga dari empat anggota
keluarganya sudah mendapat KIS. Sayangnya, dirinya belum mendapatkan KIS.

“Sebenarnya Raskinda dan jaminan kesehatan sama pentingnya. Tapi kesehatan lebih penting. Kalau sakit, KIS bisa menjamin kesehatan,”
kata dia.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…