Suasana kemacetan di Pantai Baron, Gunungkidul (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja) Suasana kemacetan di Pantai Baron, Gunungkidul (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 13 November 2017 13:40 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Ini Kata Pemda DIY soal Jogja yang Makin Macet

Jogja dipastikan semakin macet.

Solopos.com, JOGJA— Segala macam pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk menggalakkan pertumbuhan ekonomi, otomatis akan menjadi daya tarik para pencari kerja. Alhasil, daerah perkotaan semakin padat. Akhirnya, mau tidak mau jalanan pun semakin sesak kendaraan.

Hal itu diakui oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Tavip Agus Rayanto. Ia mengatakan, pembangunan yang ideal, sejahtera, maju dan tidak macet, sulit tercapai. Pasalnya, ketika berbicara pertumbuhan ekonomi, dimensinya adalah mendatangkan orang sebanyak-banyaknya. Ketika semakin banyak orang yang datang, mesti jalanan akan semakin padat.

“Pembangunan itu kan enggak ada yang ideal. Kira-kira mesti ada sesuatu yang harus dikorbankan. Kemacetan itu adalah pilihan yang tidak bisa ditolak,” kata Tavip, Jumat (10/11/2017).

Pria penyuka gowes itu mencontohkan, tujuan dibangunnya New Yogyakarta International Airport (NYIA) saja untuk melayani 20 juta penduduk selatan Pulau Jawa. Sehingga orang-orang Pacitan tak perlu lagi ke Bandara Juanda untuk terbang, atau pun orang Cilacap yang harapannya tak perlu ke Semarang jika ingin bepergian dengan pesawat.

Dengan semakin banyaknya orang yang datang otomatis akan membuat DIY semakin penuh dengan manusia. Contoh lain, adalah bertumbuhnya sektor perhotelan dan restoran beberapa tahun ini di daerah perkotaan Jogja. Tavip mengatakan, hal tersebut menarik minat orang-orang untuk merantau ke kota, baik dari dalam DIY sendiri [urbanisasi] maupun yang datang dari luar daerah.

Itupun katanya, belum berbicara dari konteks pariwisata. Misalnya, rencana pembangunan lahan bekas Sekolah Tinggi Ekonomi (STIE) Kerjasama menjadi bangunan berciri khas Jogja agar bisa menarik wisatawan lebih banyak lagi, “Ketika wisatawan semakin banyak yang datang, bus dan kendaraan yang lain juga akan semakin padat. Otomatis akan macet,” lanjutnya.

Seperti diketahui, beberapa ruas jalan di perkotaan Jogja, semakin hari semakin padat. Utamanya saat pagi dan sore hari. Dimana, orang-orang yang sekolah dan kerja hendak berangkat dan pulang. Kemacetan biasanya kerap terjadi di simpang-simpang jalan.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…