BPBD Sleman melakukan penanganan di sejumlah titik pohon tumbang di Sleman, Sabtu (11/10/2017). (Foto istimewa/Dokumen) BPBD Sleman melakukan penanganan di sejumlah titik pohon tumbang di Sleman, Sabtu (11/10/2017). (Foto istimewa/Dokumen)
Senin, 13 November 2017 05:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Hati-hati, 17 Kecamatan di Sleman Berpotensi Terjadi Pohon Tumbang  

Selain faktor usia, kurangnya pemeliharaan pohon menjadi penyebabnya.

Solopos.com, SLEMAN-Potensi bencana pohon tumbang hampir terjadi di semua 17 kecamatan di Sleman. Selain faktor usia, kurangnya pemeliharaan pohon menjadi penyebabnya.

Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS) Yoga Nugroho menjelaskan, kondisi tersebut disebabkan beragam faktor. Selain banyak pohon lapuk, kondisi pohon juga banyak yang membahayakan karena lanjut usia. “Tapi sebagian besar karena kesalahan perlakuan. Ada pohon yang dijadikan tempat bakar sampah, buang sampah di batang bawah dan lainnya,” jelas Yoga kepada Harian Jogja, Minggu (12/11/2017).

Selain itu, banyak pohon yang ditanam di daerah irigasi sawah dengan tanah yang gembur. Tidak hanya itu, banyak pohon rimbun yang ditanam dengan tipe batang yang mudah patah. Kondisi tersebut menyebabkan potensi bencana pohon tumbang bisa terjadi di semua kecamatan.

Oleh karena itu, dia berharap masyarakat ikut merawat pohon-pohon perindang di sekitarnya dengan benar. “Tidak boleh dijadikan tempat buang sampah, apalagi membakarnya. Kasus ini kami temukan kemarin saat melakukan evakuasi,” katanya.

Selain itu, pihaknya meminta masyarakat ikut andil untuk melakukan pemangkasan dahan yang terlalu rimbun. Itu penting dilakukan untuk mengurangi tahanan terpaan angin. Jika kesulitan untuk pemangkasan, katanya, warga dapat menghubungi FKKRS untuk selanjutnya dikoordinasikan oleh komunitas relawan. “Prioritas komunitas relawan, adalah pemangkasan pohon yang membahayakan rumah penduduk dan fasilitas pendidikan dan pemerintah,” ujarnya.

Pada Sabtu (11/11/2017) FKKRS menggerakkan 40 relawan dari lima komunitas bersama satu regu TRC BPBD Sleman melakukan pemangkasan pohon di Jogja Green School. “Ini atas permintaan pihak sekolah melalui surat permohonan kepada FKKRS,” jelasnya.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Komodifikasi Seni dan Kapitalisasi Ruang Publik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (9/11/2017). Esai ini karya Andi Setiawan, pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah andisemar@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Akhir bulan lalu, tepatnya pada 28-29 Oktober 2017,  diadakan acara…