Ilustrasi Alibaba. (Istimewa) Ilustrasi Alibaba. (Istimewa)
Senin, 13 November 2017 07:30 WIB JIBI/Solopos.com/Okezone Ekonomi Share :

Harbolnas China, Penjualan Alibaba Tembus Rp243 Triliun dalam Sehari

Alibaba meraup untung fantastis dalam penyelenggaraan Harbolnas di China.

Solopos.com, JAKARTA – Raksasa e-commerce asal China yakni Alibaba mengklaim pada Sabtu 10 November penjualannya mengalami peningkatan, sehingga melewati angka US$18 miliar atau sekira Rp243 triliun dalam waktu 13 jam dari blitz ritel yang dikenal sebagai Single Day.

Tahun lalu, angka penjualan di kisaran US$17,8 miliar yang dikelola dalam 24 jam penuh. Diketahui, Single Day merupakan sebuah hari belanja online (Harbolnas) di China, di mana hari itu berhasil mengalahkan penjualan Black Friday dan Cyber Monday.

Minggu lalu, Alibaba juga mengatakan bahwa konsumen bersemangat telah berhasil mengeluarkan US$1 miliar hanya dalam waktu 2 menit.

Single Day dimulai sebagai hari libur informal di China, di mana mereka merayakan orang-orang yang masih lajang dan tak dilambangkan sebagai 11/11. Alibaba mengubahnya menjadi festival diskon pada 2009.

Dilansir CNNMoney, Sabtu (11/11/2017), saat ini, untuk memancing perusahaan internasional ke platform-nya, Alibaba telah memanfaatkan acara tersebut. Lebih dari 40% merek yang ambil bagian tahun ini berasal dari luar China, menurut perusahaan riset eMarketer Retail.

Pemain lokal di Asia Tenggara seperti Lazada (anak perusahan Alibaba), Zalora, dan Shopee meluncurkan promosi Single Day mereka sendiri tahun ini, kata Xiaofeng Wang, seorang analis dari perusahaan riset Forrester.

Acara ini juga berkembang melampaui konsepsinya yang asli sebagai belanja online. Alibaba dan saingan utamanya di China yakni JD.com, keduanya telah melakukan investasi signifikan dalam bisnis tersebut. Mereka juga menggunakan popularitas Single Day untuk mendorong pembeli ke toko offline juga.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…