Logo Bank BPD DIY. (IST/alamatbank.datalengkap.com) Logo Bank BPD DIY. (IST/alamatbank.datalengkap.com)
Senin, 13 November 2017 07:55 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Hadapi Rentenir, BPD DIY Terjunkan Petugas Mikro

Salah satu layanan yang dapat diakses melalui petugas mikro yakni terkait akses kredit usaha rakyat atau KUR

Solopos.com, BANTUL-Dalam memberikan bantuan permodalan bagi sektor usaha mikro dan kecil, perbankan umumnya masih harus berhadapan dengan rentenir, terutama di lingkungan pasar tradisional. Untuk meminimalisir ruang gerak rentenir, Bank BPD DIY menerjunkan petugas-petugas mikro.

Pemimpin Bank BPD DIY Cabang Bantul Agus Ridwanta mengungkapkan, keberadaan rentenir masih sangat dekat dengan masyarakat, terutama di pasar-pasar tradisional di perdesaan. Tak dipungkiri akses ke perbankan yang masih dirasa sulit dijangkau sebagian besar pedagang pasar membuat ketergantungan terhadap rentenir sangat tinggi.

“Melalui sosialisasi tentang perbankan menjadi upaya strategis untuk mengedukasi masyarakat tentang cara-cara akses produk perbankan. Selain itu, upaya tersebut menjadi langkah untuk mengantisipasi maraknya rentenir di pasar,” ujar Agus pekan lalu.

Agus memaparkan, upaya lain yang dilakukan Bank BPD DIY yakni dengan menerjunkan petugas-petugas mikro sebagai media yang dapat menjembatani antara pedagang pasar yang membutuhkan tambahan modal dengan perbankan. Petugas mikro tersebut ditempatkan di sejumlah pasar tradisional di pedesaan setiap subuh atau di waktu mulainya jam operasional pasar. Salah satu layanan yang dapat diakses melalui petugas mikro yakni terkait akses kredit usaha rakyat atau KUR.

“Jadi setiap subuh, petugas-petugas ini akan stand by mendatangi para pedagang pasar yang memang membutuhkan dana cepat untuk tambahan modal. Memang di jam tersebut biasanya yang berperan di situ [pasar] adalah rentenir. Rata-rata petugas yang diterjunkan dua orang di setiap pasar,” jelas Agus.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…