Rina Nose menjelaskan alasannya buka hijab kepada Deddy Corbuzier (Youtube) Rina Nose menjelaskan alasannya buka hijab kepada Deddy Corbuzier (Youtube)
Senin, 13 November 2017 14:45 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Diwawancara Deddy Corbuzier, Rina Nose Ngaku Lega Lepas Hijab

Sensasi dari artis Rina Nose yang merasa lega setelah melepas hijabnya.

Solopos.com, SOLO – Keputusan Rina Nose melepas hijab yang setahun terakhir dikenakan ternyata sempat membuat pihak keluarga kecewa. Sebelum memutuskan melepas hijab, dia telah menjelaskan alasannya kepada pihak keluarga.

I’m happy. Awalnya sih mereka [keluarga] syok. Tapi, keluarga aku itu yang sangat mau menerima segala pemikiran dengan terbuka,” ujar Rina kepada Deddy Corbuzier dalam vlog terbaru yang diunggah di Youtube, Minggu (12/11/2017).

Wanita bernama lengkap Nurina Permata Putri itu sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan keluarganya. Sebab, di saat banyak orang menghujat, keluarga Rina tetap menerimanya dengan tangan terbuka.

“Orang tuaku hebat. Mereka jauh lebih kuat dari aku. Aku cuma mau bilang terima kasih buat ibu, bapak, dan kembaran aku. Mereka semua tahu apa yang aku alami. Mereka tahu hati aku. Terima kasih buat orang tua dan saudara kembar aku,” sambung dia.

Keputusan kontroversial ini membuat Rina tahu siapa teman yang benar-benar tulus kepadanya. Sebab, dia sadar betul hal ini akan membuat kegaduhan. “Karena pada akhirnya yang bisa menerima aku dan keluarga yang bisa menerima semua ini. Sedangkan orang lain belum tentu bisa menerima,” lanjutnya.

Rina mengaku banyak teman yang mengubah sikap setelah mengetahui keputusannya itu. Meski sangat berat, dia berusaha menguatkan diri melewati semua ujian ini. “Aku sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi semua ini. Jadi, ketika hari itu aku melepas hijab ya aku sudah siap. Sekarang aku jadi tahu, mana teman-teman dan penggemar yang tulus. Dan yang mencintai aku karena atribut agama,” imbuh dia.

Presenter Dangdut Academy Asia 3 ini mengaku lega setelah melepas hijabnya. Sebab, dia telah mengalami keresahan batin selama enam bulan terakhir. Dia juga tidak terlalu memikirkan komentar negatif yang dialamatkan kepadanya. “Yang jelas ketika aku mengambil keputusan sudah pasrah. Aku berserah, pasrah, apapun yang terjadi tetap berpikir positif. Saya rasa enggak mungkin ada perempuan yang berhijab untuk mencari sensasi,” tandasnya.

Rina menegaskan, keputusan berhijab merupakan hasil perenungannya, bukan atas paksaan orang lain. Sama halnya ketika dia memutuskan melepas hijabnya itu. “Aku pakai hijab murni dari keinginan aku. Enggak ada suruhan dari pihak manapun. Aku berhijab atau tidak, aku tetap aku. Aku ternyata bisa jujur sama diri sendiri. Dan aku senang,” tegasnya.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…