Ilustrasi uang tunai rupiah (JIBI/Bisnis)
Senin, 13 November 2017 11:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Disnaker Kota Madiun Dapat Jatah DBHCHT Rp2,1 Miliar, Ini Peruntukannya

Jatah DBHCHT untuk Disnaker Madiun digunakan untuk mengadakan pelatihan.

Solopos.com, MADIUN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Madiun Jawa Timur pada tahun 2017 ini memperoleh jatah dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) mencapai Rp2,1 miliar.

“Dana tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan, di antaranya pelatihan-pelatihan, pelaksanaan pameran, dan kegiatan lainnya yang bertujuan untuk penyerapan dan pembinaan tenaga kerja,” ujar Kepala Disnaker Kota Madiun Suyoto Harjo Wiyono Sabtu (11/11/2017), di Madiun.

Menurut dia, pelatihan yang digelarnya bervariasi misalnya pelatihan untuk angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan, pelatihan bagi wirausahawan atau pelaku industri kecil menengah (IKM) hasil binaan dinas, dan sebagainya.

“Kami terus melakukan pelatihan dan pendampingan. Selain itu, juga menggelar pameran produk. Bukan hanya di Kota Madiun, tetapi juga di luar kota,” kata Suyoto menambahkan.

Untuk diektahui, pelatihan paling anyar dilakukan di Tulungagung dan Yogyakarta bagi para perajin batik yang ada di Kota Madiun. Pelatihan untuk pelaku IKM batik tersebut sengaja dibagi dua. Pembatik mendapat pelatihan soal usaha batik di Tulungagung. Sedang di Yogyakarta, mereka mendapat pelatihan terkait motif dan desain.

Setelah itu, kata Suyoto, pihaknya merencanakan pelatihan soal ukiran di Jepara, rias pengantin, hingga potong rambut. Diagendakan akan ada 12 kelas pelatihan berbagai bidang usaha dengan masing-masing kelas ada 20 peserta.

Dengan berbagai pelatihan yang kesemuanya dibiayai oleh DBHCHT tersebut, ia berharap peserta yang ikut pelatihan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Melalui pelatihan-pelatihan tersebut, ungkap dia, sejauh ini sudah ada 289 IKM hasil binaan Disnaker Kota Madiun yang bergerak di berbagai sektor usaha. Jumlah tenaga kerja yang terserap dalam kegiatan tersebut telah mencapai 10.000 lebih.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…