Pengurus Hipmi Kota Madiun periode 2017-2020 dilantik, Senin (13/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Pengurus Hipmi Kota Madiun periode 2017-2020 dilantik, Senin (13/11/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Senin, 13 November 2017 14:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Dilantik, Pengurus Hipmi Kota Madiun Diminta Tularkan "Virus" Wirausaha

Salah satu masalah yang dihadapi Kota Madiun yaitu pengusaha muda enggan berinvestasi di daerahnya sendiri.

Solopos.com, MADIUN — Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Cabang Kota Madiun periode 2017-2020 resmi dilantik, Senin (13/11/2017), di Hotel Merdeka Madiun.

Ketua Hipmi Kota Madiun, Andro Rohmana Putra, mengatakan sumber daya di Kota Madiun banyak yang belum dikembangkan secara maksimal. Diharapkan Hipmi dapat memberikan manfaat untuk pembangunan manusia di Kota Madiun.

Dia berharap Hipmi bisa memberikan manfaat untuk pembangunan manusia di Kota Madiun. Saat ini banyak pemuda Kota Madiun yang merintis usaha di kota-kota besar dan di Madiun sendiri justru masih minim.

Salah satu alasan pengusaha muda enggan merintis usaha di Madiun karena ekosistem bisnis belum tertata dengan baik. Sehingga para pengusaha muda enggan berspekulasi dengan berwirausaha di Kota Pecel ini.

Dengan berbagai program kerja yang dirancang Hipmi Kota Madiun, Andro meminta kepada pengusaha muda untuk tidak takut berwirausaha. Dia juga menargetkan menciptakan 500 pengusaha muda selama periode pengurusan.

“Urbanisasi akhirnya muncul sebagai momok bagi banyak daerah, kareba bibit-bibit muda unggulan akan pindah dan tumbuh berkembang di tempat lain. Mereka pergi mencari ilmu di kota besar, tinggal, dan menancapkan eksistensinya di sana,” kata Andro kepada wartawan.

Ketua BPD Hipmi Jawa Timur, Giri Bayu Kusumah, mengatakan Hipmi harus menyebarkan virus wirausaha ke pemuda di daerah-daerah. Selain itu, pemuda harus diubah maindset-nya dari yang semula ingin menjadi pegawai menjadi seorang pengusaha.

“Menurut pakar ekonomi, tingkat keberhasilan suatu negara yaitu salah satunya ditentukan dari banyaknya pengusaha muda yaitu 2 persen dari total penduduk. Di Indonesia jumlah pengusaha mudanya belum sampai 2 persen,” jelas dia.

Giri berharap pengusaha muda yang ada di daerah dapat berperan aktif membangun ekonomi di kotanya masing-masing. Sehingga perekonomian di daerah bisa tumbuh semakin banyak.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…