Penyanyi Via Vallen diarak dengan tandu dan dikawal Prajurit Prawiro Anom Keraton Kasunanan Surakarta, dari The Sunan Hotel Solo menuju gerai Vallens Cake di Jl. Slamet Riyadi No 522, Solo, Senin (13/11/2017). (Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos) Penyanyi Via Vallen diarak dengan tandu dan dikawal Prajurit Prawiro Anom Keraton Kasunanan Surakarta, dari The Sunan Hotel Solo menuju gerai Vallens Cake di Jl. Slamet Riyadi No 522, Solo, Senin (13/11/2017). (Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos)
Senin, 13 November 2017 14:15 WIB Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos Issue Share :

Buka Gerai Vallens Cake di Solo, Via Vallen Dikawal Prajurit Keraton

Via Vallen membuka gerai Vallens Cake di Solo.

Solopos.com, SOLO — Penyanyi Maulidia Oktavia atau populer sebagai Via Vallen diarak dengan tandu dari The Sunan Hotel Solo menuju gerai Vallens Cake di Jl. Slamet Riyadi No. 522, Solo, Senin (13/11/2017).

Via dikawal oleh serombongan orang berpakaian pasukan Keraton Kasunanan Surakarta, Prajurit Prawiro Anom. Dia mengatakan arak-arakan itu adalah ide insidental yang digagas oleh timnya. Dara kelahiran Surabaya, 1 Oktober 1991 itu mengaku pasrah saja.

Pantauan solopos.com, dia disambut oleh Vyanisty dari sejumlah daerah seperti Magelang, Purwokerto, Kudus, Wonogiri, Bogor, Karanganyar, Sragen, dan lain-lain. Keriuhan terjadi saat arakan Via membelah kerumunan massa. Para Vyanisty langsung mengeluarkan gawai untuk mengabadikan momen tersebut.

Setelah sampai di depan gerai, pelantun Sayang memberikan sambutan dan membuka Gerai Vallens Cakes. Setelah itu dia berkeliling gerai dan melayani pembelian kue kepada tamu undangan dan sejumlah Vyanisty. (baca: Mau Ngundang Via Vallen? ini Tarifnya untuk 7 Lagu)

Kue yang dia jual memiliki enam varian rasa. Keenam varian rasa diberi penamaan sesuai lagu dangdut seperti Strawberry Kepolen, Secawan Pandan, Sawangan Cheese, Taro Lovers, Melonisty, dan Via Choco.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…