General Manager PT Angkasa Pura 1 (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama menyerahkan secara simbolis pinjaman kemitraan kepada pelaku usaha miko, kecil dan menengah (UMKM) di Jogja, belum lama ini. (Istimewa/Angkasa Pura) General Manager PT Angkasa Pura 1 (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama menyerahkan secara simbolis pinjaman kemitraan kepada pelaku usaha miko, kecil dan menengah (UMKM) di Jogja, belum lama ini. (Istimewa/Angkasa Pura)
Senin, 13 November 2017 23:40 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Angkasa Pura Gelontorkan Miliaran Dana untuk UMKM

Angkasa Pura bantu pengembangan UMKM.

Solopos.com, SLEMAN— PT Angkasa Pura 1 (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto turut membantu mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Jogja. Hal tersebut diwujudkan dengan penyaluran pinjaman kemitraan kepada pelaku UMKM baik di bidang perdagangan maupun kerajinan.

Selama 2017 ini, penyaluran sudah dilakukan sebanyak tiga kali dengan total penyaluran Rp1,94 miliar dan total penerima sebanyak 38 mitra binaan dari berbagai sektor usaha. Pinjaman yang diberikan berkisar Rp30-Rp100 juta dengan bunga 3% menurun per tahun.

General Manager PT Angkasa Pura 1 (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama mengatakan, penyaluran program ini bertujuan memberdayakan usaha kecil agar lebih mandiri dan tangguh sehingga mampu memberikan lapangan kerja yang lebih luas. “PT Angkasa Pura I akan terus berkomitmen memberikan kontribusi positif bagi lingkungan masyarakat dengan harapan para pengusaha kecil dan menengah dapat berkembang dan bersaing dengan baik, begitu pula sarana prasarana di lingkungan sekitar,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (13/11/2017).

Ia juga berharap, semoga melalui kemitraan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan usaha yang sedang dijalani atau bahkan baru dimulai. Menurutnya usaha kecil menengah yang sedang dikembangkan memberikan kontribusi penting bagi perekonomian bangsa.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Dilema antara Pakem dan Showbiz

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (8/11/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Wayang yang kian dilupakan masyarakat jamak teringat kala mendekati momen…