Fany (tengah) bersama Andrew (kanan) dan Kiran (kiri). (Twitter-@TheVoiceKidsGTV) Fany (tengah) bersama Andrew (kanan) dan Kiran (kiri). (Twitter-@TheVoiceKidsGTV)
Minggu, 12 November 2017 08:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

THE VOICE KIDS INDONESIA
Meski Tersingkir, Fany Salatiga Anggap Battle Rounds Momen Terbaik

The Voice Kids Indonesia dianggap sebagai momen terbaik bagi Fany Salatiga meski harus tersingkir di Battle Rounds.

Solopos.com, SOLOBattle rounds menjadi penampilan terakhir Stefany Raffelia di The Voice Kids Indonesia Season 2. Pasalnya, gadis berusia 11 tahun asal Kota Salatiga, Jateng yang akrab disapa Fany itu tersingkir di battle rounds setelah diadu bersama dua rekan setimnya, Andrew dan Kiran yang tayang ditayangkan di Global TV, Kamis (9/11/2017).

Meski tersingkir, Fany menganggap battle rounds sebagai momen terbaik. Hal itu diungkapkan Fany melalui akun Instagramnya, @fany_doremi. “Thanks for this best moment guys,” tulis putri juragan kopi di Kota Salatiga tersebut.

Pada pernyataan itu, Fany menyertakan beberapa foto dirinya bersama dua saingannya yang tergabung di Tim Tulus, Andrew dan Kiran. Meski menjadi rival, ketiga anak tersebut terlihat akrab di beberapa momen.

[Baca juga The Voice Kids Indonesia Jadi Bagian Penting Hidup Fany Salatiga]

Ucapan penyemangat lantas ramai disampaikan netizen yang menggemari Fany melalui kolom komentar. Mereka meminta Fany tak patah semangat meski gagal melanjutkan langkahnya di The Voice Kids Indonesia Season 2. “Tetap semangat jangan putus asa,” tulis pengguna akun Instagram @slime_cutiies.

“Kembali lagi tahun depan ya Fany @fany_doremi,” timpal pengguna akun Instagram @nailahafiah_.

“Nyanyi terus ya Fany jangan patah semangat,” tulis pengguna akun Instagram @fayyxcall.

Pada penampilan terakhirnya di The Voice Kids Indonesia Season 2, Fany diwajibkan menyanyikan lagu Love Never Felt So Good yang dipolerkan Michael Jackson dan Justin Timberlake. Tulus sebagai coach ketiga bocah tersebut latas memilih Andrew untuk melanjutkan langkahnya. Sedangkan Fany dan Kiran harus puas berhenti di battle rounds.

Tulus menilai Andrew lebih menonjol dibanding Fany dan Kiran. Selain itu, Andrew juga memiliki kelebihan yang tak dimiliki dua peserta lain tersebut, yakni kemampuannya dalam melakukan beatbox.

[Baca juga Lagunya Dipakai Audisi, Budi Doremi Beri Selamat Fany Salatiga]

Sebelumnya, Fany lolos ke battle rounds setelah dirinya menyanyikan lagu Do Re Mi yang dipopulerkan Budi Doremi dalam versi bahasa Jawa di blind auditions. Dengan penampilan itu, gadis muda usia asal Kota Salatiga tersebut sempat menjadi viral dan videonya sempat bercokol pada daftar trending di Youtube selama beberapa pekan. Bahkan melalui media sosial Instagram, Fany menerima ucapan selamat dari Budi Doremi. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
CV SENTRA CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Komodifikasi Seni dan Kapitalisasi Ruang Publik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (9/11/2017). Esai ini karya Andi Setiawan, pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah andisemar@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Akhir bulan lalu, tepatnya pada 28-29 Oktober 2017,  diadakan acara…