Kendaraan parkir di tepi Jl. Adisucipto di seputaran Gelora Manahan, Minggu (12/11/2017) pagi. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Kendaraan parkir di tepi Jl. Adisucipto di seputaran Gelora Manahan, Minggu (12/11/2017) pagi. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Minggu, 12 November 2017 17:46 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PKL SOLO
Sunday Market Manahan Libur, Ratusan Pedagang Nekat Berjualan Bikin Warga Gerah

Ratusan PKL nekat berjualan saat Sunday Market Manahan diliburkan.

Solopos.com, SOLO — Ratusan pedagang kaki lima (PKL) nekat berjualan di seputaran Gelora Manahan Solo saat Sunday Market diliburkan sementara, Minggu (12/11/2017). Hal itu membuat warga yang beraktivitas di kawasan itu merasa gerah dan terganggu.

Warga mempertanyakan komitmen Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan di seputaran Gelora Manahan saat Sunday Market Manahan diliburkan sementara.

Seorang warga Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Nugroho, 47, menyesalkan sikap Pemkot yang membiarkan ratusan PKL bisa berjualan di seputaran Gelora Manahan saat kegiatan Sunday Market diliburkan pada Minggu. Dia menyebut keberadaan ratusan PKL itu memicu kemacetan lalu lintas di seputaran Gelora Manahan. (Baca: Pedagang Sunday Market  Manahan Mulai Tak Tertib Berjualan)

Nugroho mencontohkan dirinya sempat berhenti beberapa saat di bundaran patung obor Manahan karena tertahan pengguna kendaraan lain yang mencoba parkir di tepi Jl. Adisucipto untuk menyambangi PKL yang berjualan di jalur lambat dan jalan di seputaran Gelora Manahan.

“Seharusnya petugas Satpol PP atau dinas terkait lain bisa mengantisipasi aksi PKL yang nekat berjualan di luar Gelora Manahan saat kegiatan Sunday Market diliburkan. Keberadaan PKL di seputaran Gelora Manahan memicu kemacetan lalu lintas,” kata Nugroho saat ditemui Solopos.com di SPBU Jl. M.T. Haryono, Minggu pagi.

Salah seorang pengguna jalan lain, Nanda Aprianto, 28, juga menyesalkan sikap Pemkot yang terkesan membiarkan PKL pindah berjualan di seputaran Gelora Manahan setiap kali kegiatan Sunday Market diliburkan. Dia mengatakan seharusnya PKL tidak diizinkan berjualan di seputaran Gelora Manahan ketika Sunday Market diliburkan untuk kepentingan lain. (Baca: Lagi, Pungutan Liar Parkir Terjadi di Sunday Market Manahan)

Nanda juga meminta pengertian PKL Sunday Market untuk mematuhi kebijakan Pemkot. Kali ini kegiatan Sunday Market diliburkan karena Gelora Manahan jadi tempat penyelengaraan Peparnas VIII.

“Pemkot kan tidak meliburkan selamanya kegiatan Sunday Market. Seharusnya para pedagang juga menghargai arahan Pemkot jika meliburkan kegiatan Sunday Market sehari hingga dua hari. Saya sebagai pengguna jalan merasa terganggu dengan adanya kegiatan Sunday Market di luar Gelora Manahan. Jika pun PKL diperbolehkan berjualan di luar, Pemkot sebaiknya menentukan lokasi parkir yang tidak mengganggu kepentingan umum,” ujar Nanda.

Seorang warga Kelurahan Kerten, Andayani Kusumastuti, 32, mengaku diarahkan seorang juri parkir (jukir) untuk parkir di tepi Jl. Adisucipto. Dia awalnya juga mempertanyakan arahan jukir tersebut karena dirinya melihat jelas ada rambu larangan berhenti di tepi Jl. Adisucipto.

Andayani akhirnya memutuskan tetap parkir di tepi Jl. Adisucipto karena mendapat jaminan dari soal keamanan kendaraannya. Sebelum berangkat dari rumah, dia tidak tahu Sunday Market diliburkan. Andayani mengaku selama ini selalu parkir di dalam Gelora Manahan setiap kali mengunjungi kegiatan Sunday Market.

“Saya disuruh parkir di sini oleh petugas. Saya juga tadi bertanya, apa tidak apa-apa parkir di sini? Kalau kendaraan digembok petugas bagaimana? Kan saya yang rugi. Kata petugas parkir, tidak masalah saya parkir di sini. Dia menjamin kendaraan aman. Ya sudah, saya akhirnya parkir di sini,” jelas Andayani saat ditemui Solopos.com sesaat sebelum meninggalkan Jl. Adisucipto.

Saat dimintai tanggapan, Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuriyanto, mangaku Minggu ini Satpol PP tak menertibkan PKL yang nekat berjualan di seputaran Gelora Manahan saat kegiatan Sunday Market diliburkan. Dia bahkan mengaku tidak tahu Sunday Market diliburkan.

Agus Sis menilai Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Solo selaku pengelola Gelora Manahan seharusnya memberi tahu Satpol PP juga jika hendak meliburkan Sunday Market. “Keberadaan PKL di jalur lambat dan jalan-jalan di seputaran Gelora Manahan kan mengganggu aktivitas masyarakat umum. Seharusnya enggak boleh. Jukir juga tidak boleh mengarahkan pengunjung untuk parkir di Jl. Adisucipto. Saya rasa Dispora kali ini kurang koordinasi dengan kami,” tutur Agus Sis.

lowongan pekerjaan
GURU MADRASAH, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Komodifikasi Seni dan Kapitalisasi Ruang Publik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (9/11/2017). Esai ini karya Andi Setiawan, pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah andisemar@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Akhir bulan lalu, tepatnya pada 28-29 Oktober 2017,  diadakan acara…